Sabtu, 9 Oktober 2010 20:14 WIB
SEKITAR 25 tokoh nasional berkumpul di Muhammadiyah untuk membicarakan kondisi bangsa. Berbagai masalah yang datang silih berganti membuat kita prihatin karena tidak ada satu pun yang tertangani dengan baik. Akibatnya, masyarakat kehilangan kepercayaan kepada pemerintah.
Berkumpulnya 25 tokoh nasional dari berbagai spektrum menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap nasib bangsa dan negara ini. Mereka mencoba menyamakan pandangan untuk memberikan tawaran solusi kepada pemerintah agar kita tidak menjadi bangsa yang kehilangan harapan.
Sekarang ini yang dirasakan hilang pada diri masyarakat adalah harapan. Sepertinya jalan yang harus dihadapi di depan begitu buramnya. Seakan tidak ada jalan yang bisa dipakai untuk memecahkan persoalan yang sedang dihadapi.
Ekspresi dari keputusasaan itu terlihat mudah marahnya masyarakat ketika dihadapkan kepada persoalan yang mengimpit mereka. Konflik yang terjadi di Tarakan, di Jl Ampera, Jakarta, merupakan contoh dari rasa frustasi yang dihadapi oleh masyarakat.
Ketika orang mau mati hanya untuk memertahankan sejengkal lahan parkir merupakan gambaran bahwa ada kesulitan yang dihadapi masyarakat sekadar untuk bertahan hidup. Mereka jadi gampang untuk tidak terkendali dan gelap mata, karena harapan yang tidak jelas terbentang dihadapan mereka.
Kalau mantan Presiden BJ Habibie mengingatkan kita untuk bergegas memerbaiki keadaan, karena ancaman yang kita hadapi sangat menakutkan. Tsunami sosial bisa terjadi ketika masyarakat kehilangan harapannya.
Tugas untuk membangun harapan ada pada pemerintah. Tugas utama dari pemerintah adalah mengajak masyarakat untuk tidak putus asa karena ada masa depan yang lebih baik. Pemerintah harus bisa meyakinkan seluruh masyarakat bahwa ada harapan yang lebih baik di depan kita dan yang dibutuhkan adalah kemauan dari kita semua untuk bekerja keras meraih harapan tersebut.
Pemerintah harus mampu memberi kesempatan kepada semua warga untuk meraih masa depannya. Terutama mereka yang tidak memiliki akses, mereka yang termarjinalkan harus menjadi perhatian pemerintah. Bahkan tidak salah apabila pemerintah berpihak kepada mereka, karena jumlah mereka yang tidak beruntung dan tidak berdaya itu jauh lebih besar dari mereka yang beruntung dan berdaya.
Untuk itu pemerintah haruslah tegas. Pemerintah jangan membiarkan dirinya kehilangan kewibawaannya. Pemerintah harus menunjukkan dirinya ada dan berani untuk bertindak. Sikap mengambang dan membiarkan persoalan tidak terselesaikan hanya akan membuat pemerintah kehilangan kepercayaan.
Berbagai persoalan yang tidak tertangani dengan tuntas menunjukkan bahwa pemerintah kedodoran. Bahkan untuk menunjukkan mana yang prioritas dan mana yang tidak, pemerintah seperti tidak mampu untuk menetapkannya.
Lihat saja bagaimana pemerintah menangani bencana alam yang terjadi di Wasior, Papua Barat sekarang ini. Begitu lamban bantuan dikirimkan, padahal bencana sudah terjadi sejak Senin lalu. Sudah ada 134 warga yang tewas karena banjir bandang, sekitar 68 orang hilang, dan ribuan orang sekarang tinggal dalam pengungsian, namun pemerintah masih menganggap biasa saja.
Seperti biasa ketika kritikan seperti itu disampaikan yang muncul adalah pembelaan. Kepala Humas Kantor Menko Kesejahteraan Rakyat misalnya berdalih bahwa Menko Kesra baru bisa terbang ke Wasior hari Jumat karena kondisi lapangan yang tidak mungkin didatangi.
Oleh karena ada bencana, tentunya kondisi memang tidak normal. Justru karena itulah menteri harus berada paling depan untuk menyelesaikan masalah. Menteri tentunya jangan berharap dibuatkan terlebih dahulu landasan pacu agar bisa mendarat di lokasi bencana. Dengan menggunakan helikopter, seorang menteri pasti bisa datang sampai ke lokasi yang terdekat.
Kalau untuk itu saja seorang menteri harus menunggu sampai lima hari melihat lokasi sungguh keterlaluan. Inilah yang kita katakan tidak adanya kesadaran untuk mendahulukan apa yang harus dikerjakan. Ketika seorang pejabat negara tidak memiliki kepekaan seperti itu, jangan heran apabila rakyat merasa bahwa pemerintah tidak ada dan kemudian hilanglah kepercayaan mereka kepada pemerintah.
Inilah yang tentunya harus segera diperbaiki pemerintah. Mereka harus memerbaiki kinerjanya, agar rakyat kembali memiliki harapan. Jangan biarkan rakyat masuk dalam perangkat keputusasaan, karena negeri ini memiliki potensi besar untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Berbesar hatilah untuk menerima masukan dari tokoh bangsa, karena tidak ada seorang pun di antara kita yang tidak memiliki keinginan untuk membuat bangsa dan negara ini maju. Bahkan tidak ada seorang pun yang menginginkan pemerintah ini gagal untuk bisa memberikan harapan kepada rakyatnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar