SELAMAT DATANG DI EMBUNG KEMUGE

selamat datang di embung kemuge

Label

Tampilkan postingan dengan label EKOMONI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label EKOMONI. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Oktober 2010

Antisipasi Dua Aspek Dilaksanakan Dalam Defisit Anggaran

Antisipasi Dua Aspek Dilaksanakan Dalam Defisit Anggaran PDF Print E-mail
Written by Mr Suroso   
Monday, 25 October 2010 03:36
NABIRE - Untuk kesekian kalinya Bupati Nabire, Isaias Douw,S.sos melakukan kunjungan di lokasi-lokasi strategis pembangunan di Kabupaten Nabire. Setelah melakukan kunjungan dan meninjau beberapa lokasi di Distrik yaro dan Wanggar, Bupati yang belum genap satu tahun dilantik Gubernur Barnabas Suebu tersebut kembali meninjau Bendungan Kalibumi di Distrik Nabire Barat. Dalam kunjungannya kali ini Bupati melihat masyarakat berupaya menyingkirkan ratusan bahkan ribuan kayu yang melintang, tumpang tindih menghalangi jalannya air di bendungan tersebut.Berawal dari keprihatinan atas kondisi bendungan Kalibumi, Bupati Nabire memerintahkan kepada masyarakat untuk semampunya menyingkirkan serta membersihkan kayu-kayu di bendungan tersebut. Bupati telah memberikan alat potong kayu yakni berupa senso atau mesin  gergaji kayu untuk melancarkan menyingkirkan ribuan kayu tersebut.Di depan wartawan baik cetak maupun elektronik, Bupati Nabire Isaias Douw menyatakan rasa keprihatinannya atas kondisi Bendungan kalibumi Nabire saat ini.Hal itu yang dikatakannya, dalam kondisi keuangan daerah lagi defisit, Pemerintah Daerah terus berupaya agar Bendungan Kalibumi berangsur normal.Dua aspek yang menjadi dasar upaya Pemerintah daerah Kabupaten Nabire untuk membersihak kayu-kayu dari lokasi bendungan.pertama aspek kemanan dan yang kedua aspek manfaat. Aspek keamanan, menurutnya, bongkahan kayu-kayu yang saat ini menumpuk di bendungan akan sangat membahayakan kekuatan bendungan itu sendiri, karena bila dibiarkan tumpukan kayu akan semakin banyak dan bendungan dikuatirkan tidak akan mampu menahan bobot kayu-kayu yang semakin hari semakin bertambah.Menurutnya, pengalaman membuktikan saat bendungan, situ dan lain sebagainya tempat penampungan air dimana penahannya tidak mempu menahan beban maka yang terjadi akan jebol dan itu akan terjadi akibat yang sangat mengerikan.Banjir bandang di Wasior, jebolnya Situ Gintung di Banten merupakan contoh konkrit yang harus dijadikan pelajaran agar jangan sampai hal itu melanda nabire akibat pembiaran kondisi bendungan Kalibumi.Kedua aspek manfaat, menurut Bupati, Bendungan Kalibumi merupakan proyek yang tidak sedikit menyerap dana. Bendungan tersebut diperuntukkan sebagai pusat irigasi yang diproyeksikan mampu mengairi lahan sawah 4.600 hektar.Bendungan dibuat pada muaranya untuk mengairi dan menghidupi sawah-sawah petani di Nabire Barat khususnya Kampung Kalibumi yang pada muranya sebagai salah satu sarana meningkatkan taraf hidup petani khususnya umumnya masyarakat Kabupaten Nabire.Ujarnya, bila kondisi bendungan dibiarkan seperti itu, ratusan kayu tumpang tindih menghalangi jalannya air maka lancarnya irigasi akan terganggu yang pada akhirnya sawah-sawah petani kurang mendapat pasokan air sehingga petani akan terganggu dalam melakukan penanaman tanamaannya.“Ini tentunya akan sangat merugikan petani khususnya dan umumnya masyarakat Kabupaten Nabire,” ungkapnya.Saat ditanya apakah pemerintah daerah akan menggandeng pengusaha untuk melakukan pembersihan kayu-kayu di bendungan kalibumi, isaias Douw hanya berujat bahwa Pemerintah daerah Kabupaten Nabire saat ini dalam kondisi defisit anggaran.“Hendak menggandeng pengusaha siapa sementara Pemerintah Daerah Nabire tidak ada anggaran, Saya ingin menggandeng  tapi dana defisit,” tandasnya.Namun demikian katanya, walapun Nabire saat ini dalam kondisi defisit, pihaknya akan terus berupaya untuk melakukan langkah antisifatif akan segala kemungkinan yang terjadi serta memberikan manfaat bagi masyarakat banyak khususnya petani.“Saya sudah perintahkan sekitar 50 orang masyarakat untuk melakukan pemotongan kayu-kayu itu untuk selanjutnya dibersihakn, satu unit senso sudah saya berikan sebagai sarana pendukung.saat ini itu yang dapat kami lakukan karena menunggu dana pun belum tahu kapan turun,” katanya.Terkait adanya informasi yang mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Papua akan mengucurkan dana untuk menormalisasi bendungan, bupati Douw mengatakan bahwa sejauh ini dana itu belum jelas kapan turunnya.Dirinya telah berusaha untuk bertemu dengan pihak Pemerintah Provinsi maupun pusat, namun sejauh ini belum juga ada jawaban. “Kita belum tahu ada atau tidajk dana normalisasi bendungan ini, kalau ada juga kapan turunnya kami juga belum tahu.Saya sudah berkali-kali bertemu dengan pihak Provinsi maupun pusat namun nyatanya hingga kini belum ada kejelasan.Oleh karena itu kami tetap berusaha dengan kemampuan yang ada.Bila memeng ada segera diseragkan kepada pemerintah kabupaten agar mudah di awasi.Baik dari APBN maupun APBNP kami tidak tahu dananya berapa, kepada siapa dan siapa yang mengerjakan kami belum tahu.bila mereka mau bantu kita maka berikan kepada pengusaha di daerah agar mudah dilakukan pengawasannya, seperti anak-anak yang diturunkan informasinya 450 orang tetapi nyatanya yang turun hanya beberapa orang, ini juga kami tidak tahu,” tuturnya.Namun demikian Bupati berjanji bahwa padaa anggaran 2011 permasalahan bendungan Kalibumi akan diselesaikan.“Masalah bendungan ini tetap akan diselesaikan pada tahun anggaran 2011 bila memang tidak ada dana baik APBN maupun APBD Provinsi.Untuk langkah antisivatif saya turunkan sepuluh anak untuk membersihkan kayu-kayu itu, saya yakin lambat laun, sedikit demi sedikit akan kelihatan hasilnya,” ungkapnya. 2011, Izin HPH akan Dicabut, Pendulangan akan DistopLebih jauh Bupati Nabire menyatakan bahwa dengan melihat kondisi riil di bendungan Kalibumi, dimana yang menjadi penyebab masalah adalah kayu, maka pada tahun 2011 mendatang izin Hak Penebangan Hutan(HPH) akan dicabut.Menurutnya, selama sekian tahun HPH beroperasi di Kabupaten Nabire tidak menguntungkan bahkan sangat merugikan. Sumber daya hutan berupa kayu habis dibabat, kelestraian alam terganggu bahkan rusak akibat penebangan kayu, belum algi akibat yang akan ditimbulkan karena gundulnya lahan-lahan hutan.Disamping akan mencabut izin HPH, Bupati Nabire juga akan melarang pendulangan emas dibagian atas sperti Topo dan lain-lain.“HPH akan saya cabut izinnya dan saya tutup, kayu selama ini tidak mendatangkan untung bagi daerah bahkan merugikan masyarakat dan sangat merugikan generasi sepuluh tahun mendatang generasi Nabire, begitu pula dengan pendulangan akan saya stop,” tegasnya. Bupati juga merencanakan akan memasang pagar dibagian atas bendungan agar barang-barang yang terbawa arus air dapat terarah.  Bendungan Kalibumi Dibersihkan Secara SwakelolaMengantisipasi dampak negatif dan kemungkinan terjadinya bencana alam seperti yang terjadi di beberapa daerah, Bupati Nabire, Isaias Douw, S.Sos, Sabtu (23/10) melakukan kunjungan ke daerah Bendungan Kalibumi SP 1 Distrik Nabire Barat.Usai melakukan kunjungan, Bupati Isaias kepada media ini mengemukakan ini langkah kongrit (pembersihan tumpukan kayu, red) di sepanjang Bendungan Kalibumi yang diambil Pemda Nabire guna mengatasi kemungkinan yang terjadi akibat dari banyaknya tumpukan kayu tersebut. Pembersihan sejumlah kayu ini, kata Bupati Isaias, dikerjakan oleh masyarakat secara swakelola. Soal dukungan dana dari Pemda Nabire tentunya ada, namun untuk saat ini besarnya dana belum diketahui secara pasti. “Untuk saat ini yang dapat kita lakukan dalam menangani kemungkinan terjadi akibat banyaknya tumpukan kayu ini adalah menyerahkan proses pembersihan ke masyarakat guna dikelola secara swakelola. Tentunya melalui dinas maupun instansi terkait,” tandas Bupati Isaias. Selain melakukan pembersihan terhadap Bendungan tersebut, yang dikerjakan secara swakelola oleh masyarakat, tambah Bupati Isaias juga nantinya akan dilakukan perbaikan sesuai kemampuan daerah. Dan pembersihan dan pemeliharan ini akan dilakukan terus menerus. “Kita juga buat tim, dan tim ini melibatkan warga yang ada di sekitar daerah tersebut,” urainya.Kata Isaias yang menjadi Bupati Nabire kurang lebih 1 tahun ini, terkait perbaikan Bendungan Kalibumi ini memang sempat ada dilakukan, namun dananya yang kemarin sangat minim. Dan dalam rangka perbaikan bendungan ini, Pemda juga sempat mengupayakan, namun hingga kini belum ada jawaban dari pihak provinsi maupun pusat.Masih terkait pembersihan bendungan, terangnya, ini merupakan upaya yang saat ini bisa dilakukan. Pemerintah, kata Bupati Isaias, sangat perihatin dengan kemungkinan bila terjadinya suatu musibah yang seperti terjadi di Wasior kemarin.“Ini upaya untuk mencegah kemungkinan yang terjadi nantinya. Ya lebih baik mencegah dari pada nanti terjadi hal-hal yang kita tidak inginkan. Karena kalau sampai terjadi bencana di daerah tersebut tentunya akan mengeluarkan banyak dana. Kalau untuk saat ini bisa dicegah, kenapa tidak,” akhir bupati. (iing elsa/wan)  

Antisipasi Dua Aspek Dilaksanakan Dalam Defisit Anggaran


Monday, 25 October 2010 03:36
NABIRE - Untuk kesekian kalinya Bupati Nabire, Isaias Douw,S.sos melakukan kunjungan di lokasi-lokasi strategis pembangunan di Kabupaten Nabire. Setelah melakukan kunjungan dan meninjau beberapa lokasi di Distrik yaro dan Wanggar, Bupati yang belum genap satu tahun dilantik Gubernur Barnabas Suebu tersebut kembali meninjau Bendungan Kalibumi di Distrik Nabire Barat. Dalam kunjungannya kali ini Bupati melihat masyarakat berupaya menyingkirkan ratusan bahkan ribuan kayu yang melintang, tumpang tindih menghalangi jalannya air di bendungan tersebut.Berawal dari keprihatinan atas kondisi bendungan Kalibumi, Bupati Nabire memerintahkan kepada masyarakat untuk semampunya menyingkirkan serta membersihkan kayu-kayu di bendungan tersebut. Bupati telah memberikan alat potong kayu yakni berupa senso atau mesin  gergaji kayu untuk melancarkan menyingkirkan ribuan kayu tersebut.Di depan wartawan baik cetak maupun elektronik, Bupati Nabire Isaias Douw menyatakan rasa keprihatinannya atas kondisi Bendungan kalibumi Nabire saat ini.Hal itu yang dikatakannya, dalam kondisi keuangan daerah lagi defisit, Pemerintah Daerah terus berupaya agar Bendungan Kalibumi berangsur normal.Dua aspek yang menjadi dasar upaya Pemerintah daerah Kabupaten Nabire untuk membersihak kayu-kayu dari lokasi bendungan.pertama aspek kemanan dan yang kedua aspek manfaat. Aspek keamanan, menurutnya, bongkahan kayu-kayu yang saat ini menumpuk di bendungan akan sangat membahayakan kekuatan bendungan itu sendiri, karena bila dibiarkan tumpukan kayu akan semakin banyak dan bendungan dikuatirkan tidak akan mampu menahan bobot kayu-kayu yang semakin hari semakin bertambah.Menurutnya, pengalaman membuktikan saat bendungan, situ dan lain sebagainya tempat penampungan air dimana penahannya tidak mempu menahan beban maka yang terjadi akan jebol dan itu akan terjadi akibat yang sangat mengerikan.Banjir bandang di Wasior, jebolnya Situ Gintung di Banten merupakan contoh konkrit yang harus dijadikan pelajaran agar jangan sampai hal itu melanda nabire akibat pembiaran kondisi bendungan Kalibumi.Kedua aspek manfaat, menurut Bupati, Bendungan Kalibumi merupakan proyek yang tidak sedikit menyerap dana. Bendungan tersebut diperuntukkan sebagai pusat irigasi yang diproyeksikan mampu mengairi lahan sawah 4.600 hektar.Bendungan dibuat pada muaranya untuk mengairi dan menghidupi sawah-sawah petani di Nabire Barat khususnya Kampung Kalibumi yang pada muranya sebagai salah satu sarana meningkatkan taraf hidup petani khususnya umumnya masyarakat Kabupaten Nabire.Ujarnya, bila kondisi bendungan dibiarkan seperti itu, ratusan kayu tumpang tindih menghalangi jalannya air maka lancarnya irigasi akan terganggu yang pada akhirnya sawah-sawah petani kurang mendapat pasokan air sehingga petani akan terganggu dalam melakukan penanaman tanamaannya.“Ini tentunya akan sangat merugikan petani khususnya dan umumnya masyarakat Kabupaten Nabire,” ungkapnya.Saat ditanya apakah pemerintah daerah akan menggandeng pengusaha untuk melakukan pembersihan kayu-kayu di bendungan kalibumi, isaias Douw hanya berujat bahwa Pemerintah daerah Kabupaten Nabire saat ini dalam kondisi defisit anggaran.“Hendak menggandeng pengusaha siapa sementara Pemerintah Daerah Nabire tidak ada anggaran, Saya ingin menggandeng  tapi dana defisit,” tandasnya.Namun demikian katanya, walapun Nabire saat ini dalam kondisi defisit, pihaknya akan terus berupaya untuk melakukan langkah antisifatif akan segala kemungkinan yang terjadi serta memberikan manfaat bagi masyarakat banyak khususnya petani.“Saya sudah perintahkan sekitar 50 orang masyarakat untuk melakukan pemotongan kayu-kayu itu untuk selanjutnya dibersihakn, satu unit senso sudah saya berikan sebagai sarana pendukung.saat ini itu yang dapat kami lakukan karena menunggu dana pun belum tahu kapan turun,” katanya.Terkait adanya informasi yang mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Papua akan mengucurkan dana untuk menormalisasi bendungan, bupati Douw mengatakan bahwa sejauh ini dana itu belum jelas kapan turunnya.Dirinya telah berusaha untuk bertemu dengan pihak Pemerintah Provinsi maupun pusat, namun sejauh ini belum juga ada jawaban. “Kita belum tahu ada atau tidajk dana normalisasi bendungan ini, kalau ada juga kapan turunnya kami juga belum tahu.Saya sudah berkali-kali bertemu dengan pihak Provinsi maupun pusat namun nyatanya hingga kini belum ada kejelasan.Oleh karena itu kami tetap berusaha dengan kemampuan yang ada.Bila memeng ada segera diseragkan kepada pemerintah kabupaten agar mudah di awasi.Baik dari APBN maupun APBNP kami tidak tahu dananya berapa, kepada siapa dan siapa yang mengerjakan kami belum tahu.bila mereka mau bantu kita maka berikan kepada pengusaha di daerah agar mudah dilakukan pengawasannya, seperti anak-anak yang diturunkan informasinya 450 orang tetapi nyatanya yang turun hanya beberapa orang, ini juga kami tidak tahu,” tuturnya.Namun demikian Bupati berjanji bahwa padaa anggaran 2011 permasalahan bendungan Kalibumi akan diselesaikan.“Masalah bendungan ini tetap akan diselesaikan pada tahun anggaran 2011 bila memang tidak ada dana baik APBN maupun APBD Provinsi.Untuk langkah antisivatif saya turunkan sepuluh anak untuk membersihkan kayu-kayu itu, saya yakin lambat laun, sedikit demi sedikit akan kelihatan hasilnya,” ungkapnya. 2011, Izin HPH akan Dicabut, Pendulangan akan DistopLebih jauh Bupati Nabire menyatakan bahwa dengan melihat kondisi riil di bendungan Kalibumi, dimana yang menjadi penyebab masalah adalah kayu, maka pada tahun 2011 mendatang izin Hak Penebangan Hutan(HPH) akan dicabut.Menurutnya, selama sekian tahun HPH beroperasi di Kabupaten Nabire tidak menguntungkan bahkan sangat merugikan. Sumber daya hutan berupa kayu habis dibabat, kelestraian alam terganggu bahkan rusak akibat penebangan kayu, belum algi akibat yang akan ditimbulkan karena gundulnya lahan-lahan hutan.Disamping akan mencabut izin HPH, Bupati Nabire juga akan melarang pendulangan emas dibagian atas sperti Topo dan lain-lain.“HPH akan saya cabut izinnya dan saya tutup, kayu selama ini tidak mendatangkan untung bagi daerah bahkan merugikan masyarakat dan sangat merugikan generasi sepuluh tahun mendatang generasi Nabire, begitu pula dengan pendulangan akan saya stop,” tegasnya. Bupati juga merencanakan akan memasang pagar dibagian atas bendungan agar barang-barang yang terbawa arus air dapat terarah.  Bendungan Kalibumi Dibersihkan Secara SwakelolaMengantisipasi dampak negatif dan kemungkinan terjadinya bencana alam seperti yang terjadi di beberapa daerah, Bupati Nabire, Isaias Douw, S.Sos, Sabtu (23/10) melakukan kunjungan ke daerah Bendungan Kalibumi SP 1 Distrik Nabire Barat.Usai melakukan kunjungan, Bupati Isaias kepada media ini mengemukakan ini langkah kongrit (pembersihan tumpukan kayu, red) di sepanjang Bendungan Kalibumi yang diambil Pemda Nabire guna mengatasi kemungkinan yang terjadi akibat dari banyaknya tumpukan kayu tersebut. Pembersihan sejumlah kayu ini, kata Bupati Isaias, dikerjakan oleh masyarakat secara swakelola. Soal dukungan dana dari Pemda Nabire tentunya ada, namun untuk saat ini besarnya dana belum diketahui secara pasti. “Untuk saat ini yang dapat kita lakukan dalam menangani kemungkinan terjadi akibat banyaknya tumpukan kayu ini adalah menyerahkan proses pembersihan ke masyarakat guna dikelola secara swakelola. Tentunya melalui dinas maupun instansi terkait,” tandas Bupati Isaias. Selain melakukan pembersihan terhadap Bendungan tersebut, yang dikerjakan secara swakelola oleh masyarakat, tambah Bupati Isaias juga nantinya akan dilakukan perbaikan sesuai kemampuan daerah. Dan pembersihan dan pemeliharan ini akan dilakukan terus menerus. “Kita juga buat tim, dan tim ini melibatkan warga yang ada di sekitar daerah tersebut,” urainya.Kata Isaias yang menjadi Bupati Nabire kurang lebih 1 tahun ini, terkait perbaikan Bendungan Kalibumi ini memang sempat ada dilakukan, namun dananya yang kemarin sangat minim. Dan dalam rangka perbaikan bendungan ini, Pemda juga sempat mengupayakan, namun hingga kini belum ada jawaban dari pihak provinsi maupun pusat.Masih terkait pembersihan bendungan, terangnya, ini merupakan upaya yang saat ini bisa dilakukan. Pemerintah, kata Bupati Isaias, sangat perihatin dengan kemungkinan bila terjadinya suatu musibah yang seperti terjadi di Wasior kemarin.“Ini upaya untuk mencegah kemungkinan yang terjadi nantinya. Ya lebih baik mencegah dari pada nanti terjadi hal-hal yang kita tidak inginkan. Karena kalau sampai terjadi bencana di daerah tersebut tentunya akan mengeluarkan banyak dana. Kalau untuk saat ini bisa dicegah, kenapa tidak,” akhir bupati. (iing elsa/wan)  

Selasa, 19 Oktober 2010

Berani Bermimpi Berani Melangkah

Menciptakan bisnis atau membangun usaha adalah impian dari setiap kita, karena dapat menciptakan bisnis adalah salah satu bentuk kegiatan yang menyenangkan sekaligus dapat membantu sekeliling kita, kenapa saya bilang seperti itu karena dengan menciptakan bisnis kita dapat juga menciptakan lapangan pekerjaan bagi mereka yang membutuhkannya.
Lalu bagaimana menciptakan bisnis ? mungkin hal yang pertama kita miliki adalah mimpi, kenapa saya bilang mimpi karena semua berawal dari mimpi sehingga kita bisa termotivasi untuk mencapai apa yang kita sudah impi – impikan tanpa mimpi kita tidak bisa meraih dan berjalan dengan pasti dan percaya diri. Melalui mimpi kita dapat menciptakan hal – hal yang tidak mungkin menurut dunia.

Jadi mulailah bermimpi dan miliki mimpi yang berbeda dengan yang lain, misalnya Anda bermimpi jadi pengusaha Sewa mobil Jakarta yang memiliki usaha lainnya yang bergerak di bidang tour and travel. Contoh lainnya membangun usaha fotografer yang memiliki rekanan dengan fotografer dunia dan contoh lainnya.
Mimpi semua berawal dari mimpi, namun jika Anda sudah berani bermimpi sebaiknya Anda juga harus berani mengambil langkah yang tepat dan berani untuk mewujudkan mimpi Anda, cth jika Anda sudah bermimpi menjadi pengusaha Sewa mobil Jakarta langkah yang harus Anda ambil adalah mulai menabung untuk modal usaha Anda, carilah orang yang sudah berpengalaman di bidanngnya karena mereka mampu memberikan saran dan ide terbaik untuk Anda dan contoh langkah penting lainnya yang dapat menujang impian menjadi kenyataan.
Jadi jangan takut untuk bermimpi menjadi pengusaha atau menjadi orang yang Anda impi – impikan karena semua berawal dari mimpi dan jangan takut juga untuk mengambil langkah pasti yang dapat mewudujkan impian Anda. Berani Bermimpi Berani Melangkah. erick

Tags: bisnis plan, modal usaha, meraih mimpi, jenis usaha, wirausaha muda, investasi mandiri, pelatihan wirausaha, pengusaha sukses, kiat sukses, bisnis kecil

Berani Sukses? Berani Gagal!

1 dari 1 Kompasianer menilai Inspiratif.
David J Schwartz dalam bukunya The Magic of Thinking menjelaskan bahwa banyak kegagalan manusia karena dihinggapi oleh penyakit pikiran yang mematikan yang bernama penyakit ‘dalih’ (execusitis). Meski tak tampak secara langsung, penyakit ini amat berbahaya bagi kelangsungan perjalanan menuju kesuksesan.
Gejala awal yang dimunculkan adalah adanya berbagai alasan yang dilontarkan setiapkali akan mencoba memulai. Seseorang yang teridap penyakit ini tidak mengevaluasi dan mencari jalan keluar atas kegagalannya tetapi lebih menekankan kepada mencari alasan kenapa bisa gagal. Dengan demikian yang terjadi adalah tidak pernah mencapai kesuksesan karena terlalu sibuk dengan mencari-cari alasan kenapa gagal.


Penyakit dalih yang menimpa orang-orang itu biasanya muncul dalam 4 bentuk yaitu: Dalih Kesehatan, Dalih Intelegensia, Dalih Usia dan Dalih Nasib.

Dalih Kesehatan, biasanya ditandai dengan ucapan-ucapan “kondisi fisik saya yang kurang sempurna” atau “saya tidak enak badan” atau “kalau dipaksakan nanti kesehatan saya malah memburuk, jadi mendingan begini saja”. Masih banyak lagi ungkapan-ungkapan ‘pembenaran’ lainnya yang sebenarnya sudah memvonis dirinya sendiri dengan alasan kesehatan atau kekurang-sempurnaannya secara fisik.

Dalih kedua yang sering digunakan oleh mereka yang tetap gagal adalah Dalih Intelegensia. Dalih ini ditandai dengan ucapan “saya ‘kan tidak pintar” atau “prestasi saya tidak ranking atas” atau “pendidikanku kan cuma tingkat dasar mana mungkin lah” atau “dia lebih pandai dari saya” dan masih banyak lagi yang pada umumnya selalu memvonis dirinya sendiri tidak lebih pandai dari orang lain.

Dalih berikut yang sering digunakan adalah Dalih Usia. Dalih ini ditandai dengan ungkapan “saya ‘kan sudah tua jadi sudah terlambat” atau sebaliknya “saya masih terlalu muda untuk mendapatkan itu” atau “biarkan yang lebih tua aja deh duluan” dan sejenisnya. Pertanyaan yang dapat kita ajukan untuk hal ini adalah ‘Apakah untuk melakukan sesuatu, sukses dan berbuat baik pada dunia hany boleh dilakukan pada umur tertentu ?’
Dalih yang terakhir yang paling sering digunkan adalah Dalih Nasib. Dalih ini ditandai dengan ungkapan “mungkin sudah nasib saya seperti ini” atau “sudahlah saya pasarah saja” atau “ya sudahlah mungkin sudah takdirku” dan masih banyak ungkapan lainnya lagi yang secara tidak langsung menyalahkan Tuhan karena membuat dia menjadi tetap seperti itu. Mereka orang-orang yang gagal senantisa berkata “itu tidak mungkin akan berhasil”atau “percuma, sia-sia saja dilakukan”. Sebaliknya, orang yang sukses dan terus berpresati mecatatkan namanya dalam sejarah kehidupan manusia akan selalu berkata “mengapa tidak mencobanya dulu?”

Itulah diantara kenapa orang-orang yang selalu mencari ‘pembenaran’ atas kegagalan yang mereka lakukan akan tetap gagal dalam pencapaian kesuksesannya karena selalu berpegang pada empat dalih diatas bukannya berusaha mencari solusi dari akibat kegagalan itu. Hendaknya kegagalan-kegagalan tersebut kita jadikan ‘cambuk’ untuk terus maju dan berkreasi mencari hal-hal yang baru, mungkin kita bisa mencontoh mantan presiden AS Abraham Lincoln yang penuh dengan pengalaman kegagalan dalam hidupnya akan tetapi dia bisa tetap survive dan mencapai kesuksesannya bahkan lebih dari apa yang bisa dipikirkan dan diimpikannya. Semoga

Ditulis berdasarkan buku ‘Pelita Hidup: Menggapai Sukses Bermodal Kegagalan’ karangan Rahmadi Susilo
Mau cari Motivasi & Kisah Sukses Inspiratif ? Ini dia: http://chudrizal.blogspot.com/

Tags: gagal, sukses

Pentingnya Keterampilan Hidup Bagi Wanita

Saya pernah membaca kisah seorang wanita pengusaha yang memulai usahanya dari nol. Uniknya si ibu muda ini dulunya pernah mengenyam bangku kuliah sebuah universitas swasta terkenal di Jakarta. Semasa kuliah ia aktif dalam salah satu organisasi di kampusnya. Setelah menikah ia tinggalkan semua aktifitas di luar, karena sang suami yang seorang pengusaha menginginkan ia menjadi seorang ibu rumah tangga sejati yang hanya mengurusi rumah tangga dan anak-anaknya.

Kisah usaha ibu muda ini berawal dari kegagalan usaha sang suami yang berujung pada kebangkrutan. Sang suami saat itu mengalami depresi karena kegagalannya tersebut. Melihat kondisi seperti itu, wanita tegar ini langsung berinisiatif untuk menghidupkan kembali salah satu usaha milik suaminya. Saat itu yang masih mereka punyai hanya beberapa unit mesin jahit bekas usaha konveksi suaminya.

Dengan semangat ia mulai mempelajari teknik membuat pola dan menjahit hingga akhirnya ia bisa membuat sebuah blazer yang kemudian ia jajakan contoh jahitannya itu dari satu toko ke toko lain di sebuah pasar di Jakarta.
Awal usahanya ini memang berat, toko-toko yang ia datangi menolak contoh jahitannya itu. Beberapa hari kemudian akhirnya sebuah toko bersedia menjual blazernya. Dan ternyata kegigihannya membuahkan hasil; blazernya laku keras, orderan pun mengalir deras, hingga akhirnya ia bisa mempekerjakan banyak karyawan, memperbesar usahanya dan tentu saja berhasil menyelamatkan biduk rumah tangganya yang hampir karam.
***

Ada kisah menarik tentang seorang ibu muda yang saat itu berusia 34 tahun asal Wonocolo Surabaya. Ia adalah seorang pengusaha mikro lulusan sekolah menengah atas.  Suatu saat ia menghadiri sekaligus berbicara di Ruang Konferensi II Markas Besar PBB setelah memenangi lomba Micro Credit Award 2005 yang diselenggarakan oleh Kantor Menko Perekonomian. Ia berada di forum internasional yang dihadiri 250 delegasi negara anggota PBB itu untuk menghadiri pencanangan Tahun Kredit Mikro Internasional 2005.
Penuturan ibu muda berputra tiga orang ini tentang usaha kecilnya mengundang decak kagum siapa pun yang hadir saat itu. Ia tidak hanya telah berhasil mengembangkan usaha membuat pakaian, tas, aksesori, dan barang kerajinan dari kain atau percanya yang diawalnya pada tahun 1998 dengan hanya bermodalkan uang 500 ribu rupiah itu dengan secara profesional tapi juga ia telah berhasil membina dan memberdayakan para pekerjanya yang 80 persen adalah tuna daksa.

Atas hadiah yang diterima, ia mengatakan uang itu akan digunakan membangun paviliun guna menampung para tuna daksa dan remaja putus sekolah yang dilatih di rumahnya, karena selama ini para pekerjanya tidur di setiap celah yang ada di rumahnya.

***
Seperti kata Ibu Dewi Sartika, salah satu Pahlawan Emansipasi Wanita Indonesia, bahwa wanita harus mempunyai pengetahuan untuk hidup. Perkataannya itu keluar sebagai kesadarannya yang timbul setelah bapaknya yang seorang patih di Bandung meninggal dunia, dan kekayaan keluarganya disita oleh pemerintah Belanda. Saat itu usianya masih belasan tahun, tapi Dewi sartika dan ibunya harus berjuang untuk hidup.
Ya, wanita memang harus mempunyai pengetahuan untuk hidup. Ada kalanya kehidupan datang tidak seperti yang kita inginkan. Seperti kejadian ibu muda di atas yang tiba-tiba harus berjuang menyelamatkan rumah tangganya. Beruntung si ibu ini pernah mengenyam pengalaman berorganisasi sehingga pada dirinya sudah tertanam keterampilan interpersonal yang baik juga semangat untuk berjuang dan belajar. Bagaimana halnya jika hal ini terjadi pada wanita yang selama hidupnya serba lancar-lancar saja, maksudnya belum pernah mengalami terpaan hidup? Bisa jadi ia pun bisa menjadi penyelamat biduk rumah tangganya, tapi bukankah sesuatu yang datangnya tiba-tiba akan memberikan goncangan jiwa yang tidak bisa dianggap enteng?

Banyak para suami, karena terlalu sayang pada istri, tidak mengizinkan para istri untuk bekerja. Hal ini memang bisa dipahami karena suamilah yang bertugas mencukupi kehidupan keluarga. Tapi alangkah baiknya jika para suami pun memberikan keterampilan hidup bagi para istrinya atau memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengembangkan potensi yang ada pada dirinya sehingga istrinya bisa memiliki peranan tidak hanya dalam rumah tangganya saja tapi juga peranan dalam membina lingkungan masyarakatnya seperti halnya ibu muda pengusaha mikro yang saya ceritakan di atas.

Ada juga wanita yang setelah anak-anaknya tumbuh dewasa, baru bisa membantu finansial keluarga ataupun turut aktif dalam mewujudkan keshalehan sosial di lingkungannya. Selama masa-masa membesarkan anak-anaknya, dia tidak pernah berhenti belajar sehingga ketika saatnya tiba dia bisa berperan lebih.
Memang sulit bagi wanita zaman sekarang untuk berperan ganda. Di zaman yang penuh tantangan ini tidaklah mudah mendidik anak sementara dia juga harus aktif di luar rumah, seperti bekerja ataupun aktif dalam kegiatan masyarakat. Jangan-jangan sukses di luar tapi anak-anaknya mengalami degradasi moral akibat kurangnya perhatian orang tua yang sibuk bekerja. Hal ini dikembalikan kepada istri dan sang suami karena ternyata tidak sedikit keluarga yang istrinya bekerja tapi bisa mengantarkan anak-anaknya menjadi pribadi yang mandiri dan berakhlak baik.

Ada baiknya kita renungkan kembali perkataan Ibu Kita Dewi Sartika juga pengalaman sebagian wanita ”petarung” di atas tentang pentingnya wanita memiliki keterampilan hidup sejak dini, agar di saat yang tepat mereka mampu berperan lebih dan tampil mandiri tanpa harus merepotkan orang-orang di sekitarnya.

Ternyata Mudah Menjadi Kaya

Sungguh sangat mudah menjadi kaya di negeri ini. jika ada kemauan pasti ada jalan. istilah kata banyak jalan menuju pulau madura. lewat darat, laut dan udara, pastilah kita sampai ke sana.

Jika ingin bersusah payah pun bisa yakni jalan kaki atau berenang. kalau terbang sendiri pasti tidak mungkin sebab manusia bukan burung. tapi ada juga cara yang masuk akal yaitu dengan memakai ribuan balon atau naik balon udara. tentunya harus dipastikan kita memiliki navigasi yang baik biar tidak kesasar.

Karena anda protes bahwa yang saya bicarakan di paragraf kedua tidak sesuai judul, saya akan kembali ke topik awal yakni cara mudah menjadi kaya.

Menjadi kaya memang idaman semua orang. bukan saja orang miskin, yang kaya saja masih ingin terus menambah angka sampai puluhan digit di buku rekeningnya. itu lumrah dan wajar. siapa sih yang tidak mau bisa beli ini dan itu dengan mudah? semua pasti teriak kompak, mauuuuuuuu…

oke, saya akan tunjukkan cara dari yang termudah sampai yang rada sedikit susah. cara ini hasil pengamatan ala kadarnya, jadi sudah pasti besar simpangan errornya. mungkin bisa 100 persen atau 50 persen atau bisa jadi 0,0000001 persen. semua kemungkinan bisa saja terjadi.

Nah inilah hasil yang saya dapatkan untuk bisa menjadi kaya dengan mudah. cara-cara tersebut adalah :
*korupsi. ini sangat mudah tapi membutuhkan keberanian yang tinggi untuk melakukannya. hasil perubahan memang sungguh luar biasa. ibarat kata jika awalnya hanya memiliki rumah tipe rsssss maka dalam sekejap rumahnya bisa ada di pondok indah atau di kawasan kelapa gading. cuma jika ketahuan, resikonya adalah dikutuk secara berjamaah…

*Merampok. untuk melakukan ini butuh nyali yang besar. resikonya adalah mati di tempat. kudu persiapan yang super matang asal tidak gosong untuk melakukan aksi ini. incarannya sudah pasti yang mendatangkan hasil yang besar yakni merampok bank, toko mas atau mesin atm.

*menjual narkoba. nah ini adalah niaga yang sangat menguntungkan. pasarnya sangat pontensial. balik modalnya cepat dan untungnya juga gede sekali. cuma gaya operasionalnya harus sembunyi-sembunyi di tempat gelap. kalau di tempat terang tentu pihak berwajib segera melirik usaha ini dengan cepat dan tamatlah usaha ini.

*Menjadi mantu orang kaya. tentu saja cara ini rada-rada sulit dan gampang. syaratnya cuma satu saja. anak orkay itu mau tidak sama kita. kalau mau, anda tentu beruntung. tapi kalau tidak mau, apa mau dikata cinta tak harus memiliki…

Yah, cuma empat saja yang bisa saya dapatkan. tiga diantaranya sangat besar resikonya. anda harus benar-benar tanggung resiko dunia akhirat. untuk poin terakhir, mungkin bisa dijadikan alternatif yang aman tapi itupun jika anda beruntung, berharap seperti beruntungnya nia ramadhani dan dian sastro (untuk mantu pria, saya belum menemukan kasus yang signifikan. jika ada yang tahu bolehlah dikonfirmasi).

nb : karena postingan ini tidak inspiratif dan asal tulis, maka mohon abaikan saja keempat poin diatas…
*
gambar dari personalmoneystore.com

Tags: DUIT

Awas Bahaya Virus Toko On Line

Adanya virus toko online yang membuat geger seluruh netter mengakibatkan trafik melonjak karena semua pengguna internet ingin memulai usaha dengan membuka toko online. Saya mengkhawatirkan dengan adanya virus ini  akan menjadikan semua warga dinegara ini tidak ada yang menganggur karena mereka walaupun tidak memiliki modal besar bisa membuka toko dengan omset milyaran rupiah dengan cara menjualkan produk orang lain.

Padahal mereka tak cukup memiliki modal tetapi kebanjiran order sehingga dengan order yang telah mereka terima bisa melayani setiap pesanan karena dengan uang cash yang ada tinggal datang ke toko untuk belanja produk yang telah pelanggan pesan. Mulai dari baju, buku, kambing aqiqoh sampai mobil antic yang mungkin ditempat orang lain tidak ada atau bagi orang yang tak perlu repot keluar rumah cukup order dari rumah dan menunggu kiriman paket yang telah di pesan.

Dengan menularnya virus ini angka kemiskinan yang direncanakan berkurang pasti akan terjadi karena membuka toko online ini benar-benar menjadi peluang usaha yang handal sebagaimana dirilis oleh media bahwa keuntungan toko online ini bisa mencapai 70% sehingga tidak heran nantinya banyak orang kaya mendadak karena kebankiran order dan bila telah memiliki dana yang besar pasti mereka akan membeli mobil baru rumah baru lalu yang lama akan diapakan?

Efek dari toko online ini akan mengurangi kemacetan ibukota yang semakin menjadi-jadi karena belanja cukup dari rumah dan lalu lalng kendaraan hanya mobil paket saja.

Saya khawatir dengan pengguna internet yang semakin besar dinegara ini maka akan menjadikan mereka kaya raya hanya dengan membuka toko online.

Dan ternyata membuat took online adalah biasa saja tetapi membuat toko online kebanjiran order maka itu baru luar biasa semua itu ada rahasianya di www.rahasiatokoonline.com/?id=subagyo
http:// www.rahasiatokoonline.com/?id=subagyo

Tags: BAHAYA VIRUS TOKO ONLINE

Kantor Kelurahan yang Punya Peternakan Cacing Kosmetik

sourcewisatapesisir.comANCOL - Dalam rangka memperdayakan perekonomian masyarakat, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademanagan, mengembangkan pembibitan cacing lumbricus rubellus atau yang lebih dikenal dengan cacing tanah merah untuk bahan baku kosmetik dan obat. Tak pelak, ratusan cacing itu sudah satu bulan ini dibibit dengan menggunakan kandang yang diletakkan di belakang Kantor Kelurahan Ancol.
“Pembibitan cacing ini baru berjalan satu bulan ini yang diambil dari Lembang, Bandung. Nantinya, cacing ini kami akan dikembangbiakkan selama tiga bulan sebelum dipasarkan sebagai bahan pembuatan kosmetik maupun obat. Pasalnya, permintaan di pasar cukup tinggi dengan harga satu kilonya sekitar Rp 250 ribu,” kata Freddy Setiawan, Lurah Ancol, Jumat (15/10/2010) siang.

Ia menuturkan, pembibitan terhadap cacing ini tidak rumit dan beresiko, selain rentan waktu pemeliharaannya cukup singkat hanya membutuhkan waktu tiga bulan. “Nanti setelah dewasa ukurannya mencapai 10-20 cm, kemudian dikembangbiakkan sebelum dilempar ke pasar,” katanya.

Tak hanya sebagai bahan baku kosmetik dan obat saja, masih kata Freddy, namun juga ada yang digunakan sebagai pupuk tanaman. “Pembibitan cacing tersebut, kami bagi menjadi dua kelompok yaitu untuk kosmetik dan obat serta pupuk tanaman,” kata Fredy.

Lebih lanjut diungkapkannya, untuk menyesuaikan kondisi alam di Ancol, rumah kompos cacing tersebut dibangun semi permanen yang dibagi dalam tiga sekat. Rumah kompos ini, sambungnya, harus tertutup dengan matahari karena cacing tersebut baik dalam suhu yang lembab  namun sedikit terbuka.

Untuk pakannya, cacing ini diberi ampas tahu, sayur, buah ataupun serat kayu.

Ia menjelaskan, pengembangbiakan ini merupakan kerjasama dengan Indonesia Power. Saat ini, baru pihak kelurahan yang mengelolanya dengan melibatkan pemuda karang taruna. “Tiga bulan kemudian akan digulirkan kepada masyarakat,”katanya.

Rencananya setiap RW akan mengembangbiakan ternak cacing ini. Pihak Indonesia Tower sendiri bersedia menyiapkan segala sarana prasarana yang dibutuhkan, hingga menyiapkan tenaga ahli untuk memberikan keterampilan kepada warga Ancol. “Pengembangbiakan cacing lumbrikus rubillus ini baru pertamakali dilakukan di DKI Jakarta. Dan rencananya akan menjadi pilot projek,” katanya.

Sedangkan untuk pemasarannya, sambung Freddy, kerjasama akan dibina kepada perusahaan kosmetik terkenal seperti Mustika Ratu ataupun Sari Ayu. “Dan nanti untuk tahap awal ini, para pemuda karang taruna tersebut akan mempresentasikan pembiakan ini pada warga Ancol,” katanya.

Sedangkan untuk dipasarkan sebagai obat, pihaknya bakal bekerja sama pada gerai-gerai toko obat seperti di Pasar Mangga Dua ataupun Toko Obat Cina Shinshe. Bukan hanya dalam negeri saja yang akan dipasarkan tetapi akan merambah ke luar negeri. “Bahkan kami juga akan memasarkannya melalui jaringan internet. Diharapkan dengan adanya peternakan cacing ini dapat membantu perekonomian warga Ancol,” tandasnya.(Iast)

Tags: 12 destinasi, jakarta utara, kelurahan ancol, cacing kosmetik

Berwirausaha dengan Toko Online

Semenjak dahulu kala kita sudah mengenal adanya sistem perdagangan. Transaksi dilakukan bahkan sampai lintas benua yang menunjukkan betapa gigihnya seorang pedagang kala itu. Dan dari tahun ke tahun jenis dagang berikut variannya tumbuh pesat seiring dengan berkembangnya zaman.

Babak baru era teknologi informasi ditandai dengan hadirnya internet. Internet merupakan sebuah fenomena luar biasa yang menyediakan akses informasi ke segala penjuru tanpa batasan ruang, jarak dan waktu. Banyak kalangan professional dan pengusaha yang menikmati manfaat positif dari teknologi yang tersedia, teknologi dijadikan sebagai kendaraan super cepat dalam mengembangkan karir dan bisnis.

Jika Negara memiliki perekonomian yang kuat dengan sendirinya akan timbul stabilitas politik, sosial budaya dan ekonomi. Dan salah satu pilar penting penunjang perekonomian adalah wirausaha. Pemerintah dengan berbagai program berusaha mendorong kewirausahaan karena menyadari pentingnya sektor tersebut.
Selalu yang menjadi pokok permasalahan bagi wirausahawan pemula adalah terbatasnya modal. Modal persiapan produk, lokasi usaha, sumber daya manusia (SDM) dan penetrasi pasar. Dan hal tersebut selalu menjadi alasan klasik bagi calon wirausahawan untuk mengurungkan niatnya melanjutkan rencananya. Di tambah minimnya informasi yang diterima masyarakat mengenai program-program yang di canangkan oleh pemerintah bagi para wirausaha membuat calon wirausahawan seolah berhadapan dengan batu karang raksasa di depan mata.

Belajar dari kisah sukses para pelaku bisnis yang menjadikan teknologi informasi sebagai sarana dan prasarana dalam bisnis mereka, para calon wirausahawan juga dapat lebih jeli dalam melihat peluang pasar yang ada. Dengan hadirnya situs-situs jejaring sosial, banyak nilai manfaat yang dapat di raih.   Dengan menerapkan bisnis secara online menghasilkan banyak efisiensi tanpa mengurangi nilai dan arti dari bisnis itu sendiri. Banyak pelaku bisnis konvensional yang mencoba memperluas akses bisnisnya  ke media online karena menyadari potensi market yang ada.

Untuk memulai sebuah bisnis online cukup dengan memanfaatkan media-media online yang tersedia seperti situs jejaring sosial. Syaratnya adalah pemilihan produk yang memiliki nilai jual, kemudian di kemas dengan kemasan yang menarik. Buatlah target promosi secara berkala dan iklankan secara periodik. Kemudian hindari promosi yang berlebihan karena akan menganggu kenyamanan pengguna lainnya. Jangan lupa siapkan rekening bank untuk transfer antar bank, aktitkan SMS banking atau internet banking sehingga memudahkan transaksi. Kemudian jalin kerjasama dengan perusahaan jasa ekspedisi untuk pengantaran barang.  Jika syarat tersebut telah terpenuhi anda telah siap menjadi seorang wirausahawan dan dengan ketekunan dan kegigihan anda akan berhasil di bidang tersebut.

Setiap pelaku bisnis pasti mengharapkan bisnisnya tumbuh besar dan berkembang pesat, setelah berjalan di media-media online yang telah tersedia. Tahap berikutnya adalah mempersiapkan sebuah toko online. Dengan tersedianya toko online tersebut kreativitas anda menjadi tidak terbatas dan anda dapat mengembangkan bisnis sesuai dengan apa yang menjadi visi dan misi anda dalam dunia bisnis.

Regards,
Fernandus
Executive Officer PT. Vitech Asia www.vitechasia.com
CTO Portal belanja online www.Iteseku.com
Direktur IT Perpetual Health International www.phi2u.com
Super D&A Natural fiber for detox and antioxidant

Usaha Cuci Motor Sistem Bagi Hasil Saling MenguntungkanUsaha Cuci Motor Sistem Bagi Hasil Saling Menguntungkan

Bagi sebagian orang mencuci motor adalah sesuatu yang cukup memberatkan , selain tidak punya waktu juga peralatan tidak punya , padahal dua minggu sekali sepeda motor harus dicuci agar tampak selalu bersih. Apalagi jika musim penghujan tiba tidak hanya seminggu sekali sepeda motor di cuci kadang-kadang baru satu atau dua hari motor harus di cuci saking kotornya. Melihat kenyataan itulah maka kini usaha pencucian sepeda motor ini marak dimana-mana dan kelihatannya usaha mereka lancar-lancar saja. Seiring dengan bertambahnya jumlah kendaraan sepeda motor , maka usaha cuci motor ini juga tumbuh dimana-mana.
 
Seperti halnya kota Pecangaan kabupaten Jepara ini tempat usaha pencucian motor dari waktu ke waktu terus bertambah seiring dengan makin banyaknya jumlah motor , dulu usaha pencucian motor ini hanya satu dua saja namun saat ini jumlahnya mencapai puluhan. Mereka membuka usaha kebanyakan di rus-rus jalan besar agar cepat diketahui pelanggan . Adapun tarip untuk sekali cuci bervariasi tergantung dari servis yang diberikan , ada yang cuci biasa saja, ada yang model salju dan ada juga yang pakai semir biar mengkilat setelah di cuci. Paling murah biaya sekali cuci Rp 5.000,- namun ada juga yang menerapkan agak sedikit lebih mahal karena ada tambahan servis yang diberikan , semisal tempatnya lebih nyaman atau ada servis lain yang diberikan.
“ Kalau disini biaya cuci motor Rp 6.000,-  cucinya  system salju , dan nanti setelah kering diberikan servis semir motor sehingga motor menjadi cling . Alhamdulillah jika keadaan ramai kami bisa mencuci motor 70 an yang kami tangani bertiga dengan rekan-rekan disini “, aku Ilham pegawai cuci motor di cucian motor salju Rizqi motor Pecangaan belum lama ini.
 
Sistem Bagi Hasil
Ilham yang telah menekuni pekerjaan sebagai tukang cuci motor hampir lima tahun ini mengaku cocok bekerja sebagai pencuci motor, selain bekerjanya di tempat yang teduh juga tidak membutuhkan energi  yang ekstra . Oleh karena itu dia sempat berpindah-pindah tempat pada pekerjaan yang sama dalam rangka mencari pengalaman tekhnik mencuci motor yang baik, dan kini iapun telah mahir mencuci motor sampai finishing yaitu menyemir menjadi mengkilat.  Adapun gaji atau upah yang ia terima menggunakan system bagi hasil sehingga sedikit banyaknya tergantung dari jumlah motor yang dapat ia cuci beserta rekan-rekannya sehari itu. Adapun pembagiannya sebagai berikut tarip cuci motor Rp 6.000,- , kemudian dibagi yang Rp 3.500,- setor ke bos dan yang Rp 2.500,- masuk dia dan teman-temannya. Sebagai contoh sehari bisa mencuci motor 80 maka uang yang terkumpul Rp 480.000,- uang tersebut dibagi untuk bos Rp 280.000,- dan sisanya Rp 200.000 akan dibagi bertiga bersama teman-temannya.
 
“ Ya jika kondisi ramai ya Rp 50.000,- dapat , namun jika kondisi biasa ya Rp 30.000,- Rp 40.000  bisa masuk kantong Mas. Ramainya jika kondisi panas  kemudian hujan dan panas begitu seterusnya orang yang mencucikan motor banyak. Sepinya ya kalau panas terus atau hujan terus frekwensi orang mencucikan motornya jarang “ , tambah Ilham sambil mengelap motor pelanggannya.
 
Karena cukup cerahnya usaha pencucian motor ini Ilham jika punya modal berencana ingin membuka usaha pencucian motor sendiri , selain ketrampilan sudah ada juga bisa membuka lapangan pekerjaan untuk rekan-rekannya. Adapun peralatan yang dibutuhkan untuk membuka usaha pencucian motor ini adalah mesin kompresor , sumur , dan juga pompa air selain itu ditambah juga bahan-bahan yang digunakan untuk pencucian dan penyemiran. Oleh karena itu kini dia mulai menabung sedikit-demi sedikit untuk mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan . Keuntungan dia selain ketrampilan sudah menguasai , pelanggannyapun sudah banyak ia kenal lainnya dari waktu ke waktu jumlah kendaraan roda dua ini terus bertambah seiring dengan kebutuhan.
 
Memang usaha pencucian motor ini patut dilirik bagi kita yang belum mempunyai usaha yang tetap , apalagi jika mempunyai tempat dipinggir jalan besar yang setiap hari dilewati kendaraan roda dua ini. Tidak ada salahnya jika membuka usaha pencucian motor ini , karena selain prospeknya bagus juga bisa dikembangkan dengan usaha lainnya seperti tambal ban dan bengkel sepeda motor. Jika belum berpengalaman dengan usaha ini dan berniat untuk membuka usaha pencucian motor ini bisa datang dan belajar ke tempat pencucian sepeda motor terdekat dengan tempat anda. Sehari menunggui tukang cuci kita akan dapat pengalaman yang banyak apalagi jika kita merekrut pegawai kita tinggal tunggu dan perintah saja , namun kita harus menyediakan tempat dan peralatannya . Ayo siapa yang ingin buka usaha pencucian motor ini  ditanggung prospek cerah dan menguntungkan . (FM)
Fatkhul Muin
Pengelola Blog : Pusat Informasi Masyarakat Pesisir (http: www.For-Mass.Blogspot.com

Buruh Berjas Putih, 1 dari 2 Kompasianer menilai Menarik.

Sewaktu saya jadi koasisten dulu, paling tidak 1x dalam 2 bulan saya dikirim ke luar kota untuk magang di rumah sakit daerah. Biasanya sebelum berangkat, petugas tata usaha akan memberikan surat pengantar yang harus kami serahkan pada direktur rumah sakit tujuan dan kepala bagian sebagai bentuk pemberitauan dan kulo nuwun bahwa kami akan menyusahkan aparat setempat untuk sekian waktu. Semuanya berjalan biasa2 saja sampai ketika saya jadi koasisten di bagian YY. Waktu itu bukan hanya satu, tapi masing2 kami dibekali dengan dua surat. “Yang ini pengantar untuk kalian,” Kata si petugas, “Dan yang ini, untuk konsulen di sana. Jangan dibuka.” Lalu ia menambahkan dengan penekanan pada setiap suku kata plus mimik serius dan tatapan yang cenderung mengancam: ”RA-HA-SIA.”

Saya dan teman2 menerima surat itu dengan dada berdebar2. Sebelumnya sudah beredar gosip mengenai perubahan sistem ujian dan pemberian nilai—jadi, dengan kecurigaan dan kegairahan yang besar (sampai liur menetes2)—kami mengerubungi surat RA-HA-SIA itu. Sesudah diadakan konfrensi meja bundar yang melibatkan sepiring bakwan dan 5 bungkus kerupuk, kami memutuskan untuk melakukan tindakan kriminal. Maka, dibentuklah tim yang terdiri dari orang2 dengan kecerdasan luar bisa dan standar moral di bawah rata2 untuk membuka surat tertutup itu tanpa jejak. Ketika berhasil, kami beramai2 membacanya sambil menahan nafas. Bunyinya begini:

Yang Terhormat Teman Sejawat,
TS kita, dr.XXX, SpYY saat ini sedang menghadapi masalah finansial. Beliau terserang penyakit sehingga tidak bisa bekerja, sekaligus sedang terlilit hutang yang sangat besar. Agar harta benda beliau tidak disita dan beliau sendiri tidak dimasukkan ke dalam penjara, kami menghimbau agar kiranya TS sekalian memberikan sumbangan untuk beliau. Sumbangan tersebut harap dikirim ke nomor rekening______atas nama_______.

Demikian, terima kasih.
Wah, ini sih di luar ekspektasi kami. Tapi meskipun begitu, kami cukup antusias dengan topik ini. Paling tidak hingga 3 jam ke depan, kami sibuk membahas mengenai siapa dr.XXX, SpYY ini, di mana dia berada sekarang dan apa kira2 penyebab kebangkrutan dalam hidupnya.

Sesudah kehebohan itu, saya segera melupakan masalah ini dan melanjutkan kehidupan saya. Saya lulus, jadi dokter, berpindah2 kota dan sibuk bekerja. Begitu seterusnya sampai suatu hari, saya terbangun dan merasa harus memikirkan dengan serius keadaan saya. Saat itu saya sudah bekerja lebih dari 1 tahun; jadwal saya padat—saya bekerja di klinik 24 jam hampir 5 hari dalam seminggu dan harus mengitari bogor hingga jakarta akibat jauhnya jarak antara masing2 tempat kerja.
Pagi itu saya sakit tenggorokan, kepala terasa ringan dan yang paling parah: saya merasa sungguh kesepian. Untuk lajang berumur 25 tahun, saya mapan; punya banyak uang dan tabungan; cukup terhormat secara strata sosial—meski kenyataannya, saya tidak punya kehidupan sosial. Saya terasing—sibuk dengan pekerjaan saya; hanya berinteraksi dengan pasien dan rekan kerja (meski seminggu sekali akan menelpon orang tua saya) dan seringkali secara iseng menyanyikan lagu Serius Band: ”Kapan ku punya pacarrrrrr….. Kapan ku punya pacarrrrrrrrrrrrrr…”
Saya pun tiba pada kesadaran yang lain: saya ini cuma buruh. Buruh berjas putih. Saya akan dibayar jika bekerja. Jika saya sakit atau memutuskan cuti, tidak akan ada uang untuk saya. Tapi sampai kapan saya sanggup bekerja?

Saya ingat dosen2 saya dulu. Pagi di rumah sakit umum, siang mengajar, sore hingga malam praktek swasta. Kaya mereka? Ya kaya. Tapi saya ingat guratan lelah di wajahnya, kantung mata yang agak menghitam dan melotot mirip ikan mas koi yang ceroboh memakai kosmetika—thus, yang paling jelek; kontrol emosi yang payah sehingga entah sengaja atau memang sengaja, mereka menggunakan mahasiswa untuk tumpah ruah kekesalannya. Sampai sekarang saya masih heran membayangkan kapan mereka istirahat, kapan punya waktu bercengkrama dengan keluarga, tetangga, membaca buku, ikut pengajian, rekreasi atau kegiatan memperkaya jiwa lainnya. Saya tau beberapa yagn suka hura-hura, atau membuat huru hara, tapi ah, mosok hidup koyo ngono… Mesa’ke…
Keadaan mereka dan saya sama. Kami dibayar perpasien. Makin banyak pasien yang datang, makin banyak kami dapat uang. Kalau tidak ya tidak. Dan jeleknya lagi, tanpa sadar kami berdoa agar semakin banyak pasien di dunia–yang berarti; bakal banyak orang yang sakit di negara kita.

Padahal kawan, kata seseorang (Robert Kiyosaki bukan ya?), hidup ini mirip balapan marmut. Kita sibuk berlari di dalam roda tanpa menyadari kita tidak sampai kemana2. Setiap hari kita menghasilkan banyak uang dan berfikir kita akan kaya. Tapi setiap kali kita makin kaya, berubah juga pola konsumsi kita. Gaya hidup makin tinggi dan makin banyak barang yang harus dimiliki. Akhirnya, kita akan semakin sibuk bekerja untuk mencukupi kebutuhan kita yang sudah berubah tadi. Sampai suatu hari kita jatuh sakit, jadi tua, atau mendengar nasib buruk orang lain di media massa (atau melalui noted saya)—kita baru tersadar; kita hanya berada jika kita bekerja.

Saya melihat jalan satu2nya untuk masalah ini adalah berinvestasi atau ikut asuransi. Tanamkan uang dan biarkan uang itu yang bekerja sementara kita hanya mengawasi. Susahkah itu? Ya susah. Beresiko lagi. Maka sampai sekarang, saya masih maju mundur untuk memulainya. Selain karena harus matang persiapannya, kuat mentalnya, saya juga belum berhasil mengumpulkan modalnya. Tapi saya tau saya akan melangkah ke sana; jadi pengusaha. Dengan begitu saya berharap bisa berhenti jadi buruh berjas putih; tidak punya visi menguras kantong pasien; hidup damai dan bahagia; punya waktu untuk suami dan anak2 saya dan Anda semua tidak khawatir menerima surat yang berisi himbauan untuk memberikan sumbangan kepada saya nantinya.

Eh, tapi saya lagi butuh modal ni! Itu usul yang baik juga… Bagaimana kalau saya sebarkan nomor rekening saya? Ide bagus bukan? Hmmm? Hmmm?

Krisis Kimchi, Krisis Cabe, Krisis Makanan

Aneka Kimchi / photo by Junanto
Aneka Kimchi / photo by JunantoKorea Selatan sedang bergulat dengan meningkatnya harga kimchi akhir-akhir ini. Anda tahu kimchi kan? Kimchi adalah makanan tradisional Korea yang difermentasi. Umumnya terbuat dari kubis atau sayuran lainnya. Bagi masyarakat Korea Selatan, kimchi adalah makanan nasional. Tak ada sajian makanan yang hadir tanpa kimchi. Pagi, siang, malam, orang Korea selalu makan kimchi. Masyarakat Korea mengkonsumsi sekitar 1,45 juta ton kimchi dalam setahun. Oleh karenanya, kenaikan harga kimchi menjadi masalah serius bagi Korea Selatan.

Urusan makanan kini memang bukan lagi semata personal. Makanan malah bisa jadi perkara nasional, bahkan internasional. Untuk itu, pemerintah Korea Selatan berupaya keras untuk menjaga pasokan kubis, yang menjadi bahan pokok pembuatan kimchi. Pemerintah Korea mengimpor kubis secara besar-besaran dari Cina, mengurangi tariff impor, dan melakukan Operasi Pasar kubis sebesar 100 ton lebih guna mengatasi kenaikan harga kimchi. Pemerintah kota Seoul misalnya, menambah 300.000 butir kubis ke supermarket dengan harga 70 persen di bawah harga pasar.
Kalau anda sempat ke Seoul dalam beberapa bulan terakhir ini, tentu dapat melihat di pasar-pasar kota Seoul, ratusan orang berjejer mengantri untuk mendapatkan sebongkah kubis subsidi. Beberapa dari mereka bahkan berebut menyerobot antrian. Kejahatan juga meningkat akibat kelangkaan kubis di Korea. Beberapa orang ditangkap kepolisian karena kedapatan mencuri kubis, baik dari supermarket maupun dari petani-petani di daerah.

Inflasi Korea Selatan / sumber Bank of Korea
Secara agregat, kelangkaan kimchi telah meningkatkan tekanan inflasi nasional di Korea Selatan hingga mencapai titik tertinggi dalam 17 bulan terakhir. Inflasi September 2010 menyentuh target atas sasaran inflasi 3% di tahun 2010. Bank Sentral Korea telah menaikkan suku bunga kebijakan sebesar 25 basis points menjadi 2,25% pada bulan Juli 2010 lalu sebagai antisipasi terjadinya kelangkaan pangan.
Inflasi Korea Selatan / sumber Bank of KoreaKimchi memang terkenal sebagai makanan yang sehat dan kaya dengan antioksidan. Meski banyak jenis sayuran yang dapat dibuat kimchi, kubis adalah yang terpopuler. Oleh karenanya, himbauan pemerintah untuk memakan kimchi jenis sayuran lain, atau menggunakan jenis kubis impor yang murah, nyaris tak digubris masyarakat. Persis saat pejabat kita menghimbau masyarakat agar mengurangi konsumsi cabai beberapa waktu lalu. Selain menyinggung perasaan warga, pernyataan itu menunjukkan keputusasaan pemerintah dalam mengendalikan harga-harga.

Penyebab utama kelangkaan kimchi ini adalah terjadinya perubahan iklim yang sangat drastis di dunia global. Udara dingin yang ekstrem di musim gugur, gelombang panas di musim panas, serta curah hujan yang berlebihan, telah menyebabkan kegagalan panen kubis di beberapa negara bagian. Panen kubis anjlok 40% di bulan September 2010. Harga sebutir kubis naik menjadi sekitar 10.000 Won atau sekitar Rp 72 ribu, meningkat dari sebelumnya hanya sekitar 1600 won atau sekitar Rp 14.000.
Kelangkaan makanan bukan hanya menjadi masalah di Korea Selatan, namun juga di berbagai penjuru dunia. Di Indonesia sendiri, masalah pangan ini berulangkali menjadi problematika bagi masyarakat. Saat harga cabai melonjak drastis beberapa waktu lalu misalnya, masyarakat resah dan pemerintahpun pusing. Belum lagi soal harga beras, minyak goreng, dan sayur-sayuran. Tak heran bila dalam perhitungan inflasi nasional, harga pangan memiliki kontribusi yang besar, atau sekitar 20 persen dari keranjang IHK. Meningkatnya harga pangan dipastikan akan merepotkan kehidupan masyarakat.

APEC Farm Ministerial Meeting
Krisis kimchi di Korea Selatan, krisis bawang putih di Cina, krisis cabe di Indonesia, adalah beberapa contoh bahwa permasalahan pangan perlu dibenahi secara serius. Ketersediaan pangan ke depan, di tengah perubahan iklim global yang tak menentu, harus dipikirkan sejak sekarang.

APEC Farm Ministerial MeetingOleh karenanya, cukuplah beralasan apabila beberapa menteri pertanian negara APEC mengadakan pertemuan dua hari lalu (17/10) di Niigata, Jepang, untuk membahas masalah pengamanan pangan ke depan. Pertemuan ini adalah kali pertamanya diadakan oleh Menteri Pertanian negara-negara APEC. Kesepakatan pertemuan yang dinamakan Niigata Declaration menyadari bahwa masalah kelangkaan pangan di tengah perubahan iklim adalah sebuah masalah serius ke depan. Para menteri negara APEC menyepakati perlunya meningkatkan kapasitas suplai pangan ke depan, bekerjasama dalam mengendalikan perubahan iklim, melakukan investasi di bidang pertanian secara bertanggungjawab, dan bekerjasama dalam perdagangan hasil pertanian internasional.

Kesepakatan tersebut menunjukkan bahwa masalah kelangkaan pangan sudah bukan lagi masalah nasional. Secara paralel, kesadaran kita di tingkat lokal tetap diperlukan. Kita dituntut untuk dapat terus melakukan pengelolaan kebijakan ketahanan pangan, melakukan inovasi peningkatan produktivitas, dan perbaikan sistem produksi serta distribusi pangan.

Penanganan masalah pangan dengan melakukan operasi pasar, ataupun impor kebutuhan pangan, adalah kebijakan sementara (jangka pendek) untuk menangani masalah kenaikan harga. Namun akar permasalahan sebenarnya dari kelangkaan pangan perlu dicermati secara serius. Jangan sampai penyelesaian jangka pendek digunakan untuk menyelesaikan masalah jangka panjang. Kalau begitu, krisis pangan akan terus berulang. Semoga kita semua masih bisa menjaga ketahanan pangan negeri ini ke depan.
Salam

Tags: Junanto Herdiawan, APEC Farm Ministerial Meeting, Krisis Kimchi, Krisis Pangan, Krisis Cabe, Krisis Bawang Putih, Inflasi Korea, Inflasi

Senin, 18 Oktober 2010

Perhatian Pemda Nabire Terhadap Korban Banjir Wasior Sangat Besar




Written by Mr Suroso   
Monday, 18 October 2010 05:17
NABIRE – Perhatian Pemerintah Daerah dan semua pihak yang ada di Kabupaten Nabire terhadap para korban maupun pengungsian banjir bandang Wasior Kabupaten Teluk Wondama Papua Barat sangat besar, bahkan secara khusus perhatian Bupati Nabire kepada para korban banjir Wasior ini melebihi perhatian terhadap masyarakatnya sendiri.
Demikian terang Bupati Nabire, Isaias Douw, S.Sos, guna mengklarifikasi terkait informasi dan tanggapan sebagai orang seputar tidak adanya perhatian Pemda Nabire terhadap korban banjir bandang maupun pengungsi asal Wasior di Nabire.
Dikatakan bupati, tidak benar kalau Pemda tidak perhatikan atau telantarkan pengungsi korban banjir Wasior di Nabire. Karena bagaimana pun, keadaannya, Pemda memberikan perhatian secara khusus, baik melalui instansi terkait, DPRD, masyarakat melalui organisasi dan ikatan yang ada, maupun dari bupati sendiri.
“Kantor atau ruangan di RSUD Nabire yang belum diresmikan saja kami langsung pakai untuk merawat para korban banjir Wasior yang dievakuasi ke sini. Selain itu, dana rumah tangga bupati sebagian dialihkan untuk para korban ini,” terang Bupati Isaias.
Selain itu, bantuan ataupun kepedulian terhadap korban banjir bandang Wasior ini sudah dilaksanakan sehari setelah musibah itu terjadi. Yakni dengan membantu evakuasi korban banjir dengan menggunakan helikopter maupun perawatan secara khusus dan insentif di RSUD Nabire.Bahkan, ada bantuan yang langsung diterima para korban banjir di Wasior melalui pihak-pihak terkait. Para korban yang dievakuasi di RSUD Nabire juga dirawat dengan baik.
“Korban yang ada di Nabire kita semua rawat dan obati secara baik. Kita juga melakukan pendataan. Dan dari Pemda Wondama juga mengucapkan terima kasih kepada Pemda disini,” urainya.
Untuk itu, imbuh Bupati Isaias Douw, informasi atau kabar yang menyebutkan bahwa Pemda telantarkan atau tidak memperhatikan korban banjir yang ada di Nabire itu tidak benar. Perhatian kami terhadap mereka ini sangat besar dan kami juga anggap mereka ini bagian dari kita yang tentunya kita juga harus bantu. (wan)

Jumat, 15 Oktober 2010

Pemerintah Harus Lindungi Konsumen

Oleh : Denny Krisnadhy | 14-Okt-2010, 02:26:54 WIB

KabarIndonesia - Kabar penarikan produk dalam kasus mie instan berbahan pengawet berbahaya berdasarkan temuan Departemen Kesehatan Taiwan, perlu mendapat tanggapan serius.
Pemerintah dihimbau untuk tidak mengorbankan rakyatnya yang menjadi pengonsumsi produk mi instan keluaran PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk tersebut.

Menanggapi hal itu, Komisi XI DPR RI yang membawahi bidang kesehatan, meminta agar pihak yang terkait dalam pengawasan dan peredaran produk makanan di Indonesia untuk segera mengambil sikap.

"BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) harus secepatnya turun tangan agar kasus penarikan Indomie di pasar Taiwan semakin jelas. Jika disebabkan masalah kesehatan karena adanya unsur bahan pengawet berbahaya, tentunya itu perlu diakui. Tapi, yang terpenting adalah jangan sampai mengorbankan konsumen di Indonesia,” tegas Wakil Ketua Komisi XI DPR-RI, Harry Azhar saat ditemui pewarta HOKI dikantor DPR RI senayan. Rabu (13/10).

Sebelumnya, beredar kabar produk mi instan keluaran Indofood ditolak peredarannya di pasar Taiwan karena mengandung methyl phydroxybenzoate yang merupakan zat kimiawi yang berfungsi sebagai bahan pengawet di dalam produk pangan.


Sudah Sesuai Standar

Saat dikonfirmasi mengenai penarikan salah satu produknya, pihak Indofood sebagai produsen mie instan, menyatakan bahwa PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) menanggapi serius peringatan Departemen Kesehatan Taiwan yang menyatakan produk mie instan Indonesia mengandung zat pengawet yang seharusnya digunakan untuk bahan kosmetik dan kecantikan.

Perseroan juga menegaskan kalau mie instan produksi mereka sudah memenuhi regulasi kesehatan Taiwan.

"Produk yang kami ekspor ke Taiwan sudah memenuhi peraturan Departemen Kesehatan Biro Keamanan Makanan Taiwan. Jadi kami meyakini bahwa produk yang dimaksud bukan produk mi instan ICBP yang ditujukan untuk pasar Taiwan," terang Direktur Indofood Taufik Wiraatmaja yang ditemui pewarta HOKI dikantornya.

Menurutnya, Produk Indomie dengan kandungan Methyl P- Hydroxybenzoate bukan untuk dipasarkan di Taiwan. Indomie di Taiwan sudah disesuaikan dengan regulasi yang ada di Taiwan yang tidak memakai pengawet tersebut.

"Kami yakin kalau yang diberitakan media di Taiwan itu adalah produk mie instan dari Indofood yang sebenarnya bukan untuk dipasarkan di Taiwan," tukasnya.

Dengan pengalaman mengekspor mie instan selama lebih dari 20 tahun, dirinya menjamin seluruh produk buatannya sudah memenuhi peraturan dan ketentuan keselamatan makanan yang berlaku di negara tempat produk itu dijual.

"Produk kami sudah memenuhi CODEX Alimentarius Commission, badan internasional yang mengatur standar makanan," jelasnya.

International Codex Alumentarius Commission (ICAC) yang merupakan persyaratan mengenai keamanan mutu gizi dan produk makanan olahan. Indonesia telah ikut meratifikasinya dan menjadikannya acuan dalam penyusunan regulasi Permenkes nomer 722/Menkes/Per/IX/88 mengenai batas maksimal penggunaan nipagin (zat pengawet) methylphydroxy benzoate sebagai bahan tambahan makanan yang berfungsi sebagai pengawet.

Penerapan ICAC di sejumlah negara, memang berbeda-beda tergantung pada kebijakan masing-masing. Contohnya adalah Kanada dan AS yang menetapkan batas 1000mg/kg untuk produk makanan selain daging ikan dan unggas serta 250mg/kg untuk kecap.

Standar lebih ketat diberlakukan oleh Brunei dan Jepang dengan 250mg/kg untuk semua jenis produk bahan makanan. Indonesia menerapkan batas aman serupa dengan yang diberlakukan oleh dua negara itu, yakni 250mg/kg termasuk untuk produk mie instant.

Penggunaan bahan tambahan dalam produk pangan telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 722/1988, yang juga mengacu pada persyaratan internasional, yakni Codex Alimentarius Commission (CAC). CAC ini merupakan lembaga bentukan Organisasi Pangan dan Pertanian Sedunia (Food and Agriculture Organization/ FAO) untuk ketetapan standardisasi produk pangan yang aman untuk dikonsumsi.(*)



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//

Mimpi Suksesi di Tengah Jalan Oleh : Hans Wijaya | 15-Okt-2010, 23:06:57 WIB

KabarIndonesia - Entah badai apa yang sedang menerjang para tokoh di Republik ini, yang secara sekonyong-konyong melontarkan isu penggulingan Susilo Bambang Yudhoyono dari tampuk kekuasaan. Ihwalnya adalah kekecewaan mereka terhadap kinerja pemerintahan.

Digaungkan di kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Jakarta pada Jumat (8/10) lalu, para tokoh yang terdiri dari Din Syamsudin, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto, Taufiq Kiemas, Sutiyoso, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Soetrisno Bachir, Ketua DPR Marzuki Alie dan Rizal Ramli.

Atas nama pribadi mereka membuat pernyataan cukup keras mengenai kondisi terkini bangsa. Sedangkan pernyataan bersama mereka, tercermin dalam pidato Din Syamsuddin. Inti pidato itu adalah, bahwa sekarang ini dirasakan ada permasalahan bangsa dan memerlukan tawaran solusi yang konkret. Itulah bibit wacana penggulingan dimulai.

Pertanyaannya, begitu burukkah kinerja SBY dimata mereka? Begitu hancurkah kondisi bangsa ini sampai-sampai kita harus memberhentikan SBY sebelum masa kerjanya berakhir? Tentu saja, kinerja SBY buruk juga tidak, bagus juga tidak.

Kebebasan bersuara yang pada masa era orde baru dianggap tabu, kini sudah menjadi sebuah kebiasaan yang lumrah. Siapa saja, si pintar atau bodoh, si petani atau pejabat, yang mengerti masalah atau tidak, sang pakar atau bukan pakar, semuanya bebas bicara semau gue tanpa perlu takut diciduk.

Kehendak menggulingkan SBY dari kursi RI 1, menurut hemat saya, dikarenakan kekecewaan antara harapan dan kenyataan. Harapan menjadikan penghuni bangsa makmur, hukum ditegakkan tanpa pandang bulu, bertolak belakang dari kenyataan. Realitas kehidupan semakin jauh dari perbaikan.

Dalam memperbaiki kondisi bangsa ini, pemerintah melaju dengan kecepatan yang teramat minimal. Tetapi, pemerintah membantahnya dengan menyorongkan setumpuk data kemajuan berdasarkan angka-angka numerik yang sulit diterima publik. Rakyat tidak butuh deretan angka yang mereka tidak mengerti.

Yang mereka tahu hanyalah kondisi riil yang mereka hadapi dari hari ke hari yang tiada jua perbaikan. Tapi, pemerintah ngotot memaksakan pendapatnya, bahwa kondisi ekonomi semakin membaik dan berhasil menekan laju pengangguran. Sementara realitanya, pengangguran semakin meningkat, imbasnya tingkat gangguan psikologi penghuni negara ini ikut terkerek naik.

Begitu juga dalam bidang hukum. Sekali lagi, pemerintah mengaku sudah melakukan upaya penegakkan hukum secara maksimal, tetapi fakta dilapangan terbalik 360 derajat. Lajunya semakin menjauh dari norma-norma keadilan, khususnya dibidang penegakkan hukum.

Lihatlah tingkah para koruptor dan mafia hukum dimuka pengadilan, yang tanpa malu-malu menerima perlakuan istimewa dari pemerintah. Penegakkan hukum hanyalah sebuah kamuflase yang dibungkus dengan logika yang rasional.

Kembali pada persoalan suksesi. Apakah setelah mengetahui kelemahan kinerja pemerintah itu lantas kita membutuhkan suksesi? Jawabannya jelas, tidak.

Demokrasi mengajarkan kita, terutama untuk para elite akan ketaatan kepada konstitusi tentang jadwal pemilihan umum. Dalam alam demokrasi yang sedang kita nikmati ini, jangan dijadikan sebagai alasan penggulingan kekuasaan berdasarkan selera pribadi atau kelompok.

Pemerintah juga diharapkan tidak menanggapi isu suksesi itu secara berlebihan. Ekspresi kekecawan publik, hendaknya dijadikan pecut agar kinerja pemerintah semakin membaik. Bukan dijadikan alasan untuk membungkam demokrasi.

Lakukan saja pekerjaan memakmurkan rakyat, menenggakkan keadilan dan hukum secara nyata tanpa perlu ngotot membela diri dengan logika yang sulit diterima publik. (*)

Penulis adalah Peneliti di International Conference of Islamic Scholars (ICIS)



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com//

OPINI: Retorika Penanggulangan Kemiskinan Oleh : Paulus Mujiran, S.sos, Msi | 16-Okt-2010, 00:09:09 WIB

Retorika Penanggulangan Kemiskinan
Oleh : Paulus Mujiran, S.sos, Msi | 16-Okt-2010, 00:09:09 WIB
KabarIndonesia - Negara Indonesia berhadapan dengan persoalan kemiskinan yang amat kompleks. Karena itu tidaklah mengherankan mendesain program penanggulangan kemiskinan bukanlah persoalan sederhana. Menurut Profesor David T. Ellwood, Dekan Harvard Kennedy School diperlukan empat syarat dalam mengatasi kemiskinan, antara lain: ekonomi kuat, keunggulan komparatif jangka panjang, kelembagaan pemerintahan yang kuat dan efektif, serta program bagi kaum miskin (Kompas, 15/9).

Harus diakui, selama ini dalam penanggulangan kemiskinan kita terjebak dalam program temporer, karitatif sehingga cenderung berumur pendek selain menciptakan ketergantungan di kalangan warga miskin. Ironisnya, banyak program penanggulangan kemiskinan dirancang secara sepihak (top down) tanpa melibatkan masyarakat miskin sebagai subyek. Begitupun karena kemiskinan merupakan komoditas politik yang seksi, cara penanggulangannya pun cenderung instan, yang penting memberikan kontribusi pada angka-angka statistik.

Pengalaman lapangan menjadi bukti bahwa program tidak berjalan efektif karena kekeliruan mengenali siapa sesungguhnya orang miskin dan kemiskinan. Aspek pertama, siapa sebenarnya orang miskin tidak pernah dipahami dengan benar. Akibatnya orang miskin sekedar dipandang sebagai benda-benda pasif yang dijadikan obyek atau sasaran program. Padahal mereka memiliki serangkaian karakter dan kebutuhan yang harus dipahami, diketahui sebelum menjalankan pengimplementasian program kemiskinan berbasis masyarakat. Bukti menunjukkan satu dua kali sosialisasi ternyata belum cukup menjelaskan maksud dan tujuan program.

Bagi orang miskin, bantuan yang bersifat stimulan seperti bantuan langsung tunai (BLT) adalah dukungan untuk konsumsi. Begitupun bantuan yang bersifat permodalan pada akhirnya juga hanya akan habis dikonsumsi karena tidak ada pengetahuan dan keterampilan memadai dalam memutar roda usaha. Begitupun program yang diulang-ulang dengan subyek yang sama hanya akan menimbulkan resistensi di kalangan warga miskin. Demikian halnya dalam memandang kemiskinan sebagai faktor tunggal terbukti sangat tidak mujarab dalam mengatasi kemiskinan.

Salah dalam memahami kemiskinan sebagai faktor tunggal misalnya tercermin kegiatan pemberdayaan masyarakat identik dengan bantuan modal bagi warga miskin. Dengan memberi modal seolah-olah menjadi kegiatan yang memberdayakan masyarakat. Padahal, modal tanpa keahlian dan keterampilan hanya akan menjadi beban bagi warga miskin. Selain kelak hanya akan menjelma menjadi pemenuhan kebutuhan konsumtif, juga menjadi beban bagi warga miskin karena harus mengembalikan modal dan bunga yang diterimanya.

Pemberian modal yang cenderung seragam seringkali menimbulkan keseragaman usaha. Yang satu berjualan pisang goreng dan laris manis, maka akan ditiru sebelahnya demikian seterusnya sehinggga seluruh kampung berjualan pisang goreng. Demikian juga usaha yang menghasilkan produk selalu terkendala lemahnya daya saing dan pasar. Sia-sia saja mengajari orang miskin membuat sebuah produk ketika pintu pasar dan persaingan tidak pernah dibuka. Produk hasil usaha orang miskin tanpa perlakuan khusus pasti kalah bersaing karena kualitas produk lebih rendah daripada produk industri.

Penulis pernah punya pengalaman mengajari anak jalanan kursus stir mobil sampai mendapatkan surat ijin mengemudi (SIM). Namun tidak pernah ada pengusaha angkutan kota yang mau mempekerjakan mereka karena semata-mata bekas anak jalanan dengan segala stigmanya. Apalagi di sisi yang lain pemerintah membiarkan tumbuh secara membabi-buta minimarket bahkan sampai ke pelosok pedesaan. Meminjam Bagong Suyanto (2010) bagaimana warung kecil mampu bertahan hidup kalau di sekitarnya dibiarkan dengan bebas tumbuhnya minimarket modern yang memberi senyuman ramah, penerangan memadai dan produk yang lebih bersih?

Harus diakui, selama ini program penanggulangan kemiskinan Indonesia hanya pada peningkatan produksi namun gagal membangun kesejahteraan masyarakat. Paket-paket bantuan modal, dukungan peralatan dan teknologi memang didesain untuk memicu peningkatan kesejahteraan tetapi tidak untuk si miskin melainkan untuk pasar orang lain. Celakanya, program pemerintah ini malahan seringkali merusak keswadayaan lokal dan budaya setempat. Program bantuan langsung tunai (BLT) misalnya merusak semangat gotong royong dan kerja keras masyarakat miskin, tidak mendidik dan tidak menciptakan ketergantungan.

Profesor Ellwood juga menyinggung soal kelembagaan pemerintahan yang kuat dan efektif yang menjadi pertanyaan masihkah ada orang yang peduli pada pengentasan kemiskinan. Tengok saja berapa triliun dana yang hendak dihabiskan untuk membangun gedung baru DPR, berapa miliar dana digunakan studi banding. Juga dana miliaran yang digunakan untuk pilkada maupun pemilu. Masa jabatan yang pendek cenderung menjebak para pemimpin hanya membuat program populis agar terpilih kembali pada masa jabatan berikutnya.

Tampaknya Indonesia dengan masalah kemiskinan yang kronis dan kompleks membutuhkan lembaga superbodi – seperti KPK dalam pemberantasan korupsi yang mampu memaksa kementerian dari pusat hingga daerah mengalokasikan dana-dana yang memadai untuk mengatasi kemiskinan. Sepanjang kemiskinan hanya dijadikan komoditas dan permainan angka-angka, maka sejauh itu juga derita rakyat miskin masih akan terjadi. Sayangnya, ratapan dan derita rakyat miskin justru tidak dijadikan dasar dalam merencanakan program-program penanggulangan kemiskinan.

Jika ada kemauan elit politik negeri ini sebagaimana para pendiri bangsa memerdekakan Indonesia dalam mengentaskan kemiskinan, dampaknya segera dapat dirasakan. (*)


Penulis: Ketua Lembaga Pengkajian, Penelitian dan Pengembangan Sosial di Semarang

Sumber foto ilustrasi: Fotosearch.co