SELAMAT DATANG DI EMBUNG KEMUGE

selamat datang di embung kemuge

Jumat, 22 Oktober 2010

Rencan Hari Ini, Bupati Isaias Kunker ke Yaro


Rencan Hari Ini, Bupati Isaias Kunker ke Yaro
PDF
Print
E-mail

 
Saturday, 23 October 2010 00:29
NABIRE – Direncanakan hari ini, Sabtu 23 Oktober 2010, Bupati Nabire, Isaias Douw, S.Sos akan mengunjungi Distrik Yaro Kabupaten Nabire. Kunjungan Kerja (Kunker) Bupati Isaias ini dalam rangka melihat dari dekat kondisi dan keadaan masyarakat serta menjaring aspirasi, juga akan menyalurkan beberapa bantuan. Dari sumber terpercaya kepada media ini Jumat (22/10) siang menyebutkan, kegiatan kunjungan Bupati Nabire ke distrik Yaro ini merupakan serangkaian dari kegiatan Bupati Isaias bersama jajarannya untuk melihat masyarakat dan bertatap muka secara langsung kepada mereka yang ada di kampung, maupun wilayah yang ada di daerah ini.“Bapak (pak bupati, red) punya keinginan untuk melihat masyarakat secara langsung, dan disitu nantinya beliau akan bertatap muka dan melakukan Tanya jawab secara langsung dan terbuka. Kemungkinan juga nantinya beliau juga akan membantu dan menyalurkan bantuan,” tandas sumber yang enggan dikorankan namanya tersebut.Dari rencana kunjungan Bupati Nabire ke Yaro ini, sesuai informasi yang diterima media ini hingga sore kemarin, berbagai kesiapan telah dilakukan. Baik soal rencana makan bersama hingga tempat yang akan dikunjungi dan tempat pertemuan Bupati Isaias Douw dengan masyarakat setempat.(wan)   

Rabu, 20 Oktober 2010

Pengamat: Presiden Jangan Terlalu Khawatir dengan Kritikan

Pengamat: Presiden Jangan Terlalu Khawatir dengan Kritikan
Medan (ANTARA) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diharapkan tidak terlalu khawatir dengan besarnya informasi dan pemberitaan yang berisi kritikan dan sorotan negatif terhadap kinerja pemerintahan, kata pengamat dari USU Warjio, MA di Medan, Rabu.
Hal itu disampaikan Warjio ketika menanggapi pernyataan Presiden Yudhoyono agar informasi yang disampaikan mengenai keberhasilan dan kegagalan program pemerintah disampaikan secara berimbang sehingga tidak membuat bingung masyarakat.
Sebenarnya, kata Warjio, pernyataan Presiden Yudhoyono itu masih dapat dianggap wajar agar adanya perimbangan dalam setiap pemberitaan kepada rakyat.
Namun Presiden Yudhoyono dan seluruh jajarannya juga harus memahami bahwa besarnya kritikan selama ini merupakan bentuk harapan dari rakyat.
Kondisi itu disebabkan rakyat selama ini kurang merasa puas dengan kinerja jajaran Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II.
Apalagi jika dikaitkan dengan masa kepemimpinan Presiden Yudhoyono yang sudah berjalan enam tahun sehingga seharusnya dapat menguasai permasalahan dengan cepat.
"Besarnya kritikan itu wajar karena bentuk perhatian rakyat kepada pemerintah," kata Dosen Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik USU tersebut.
Selain itu, kata Warjio, Presiden Yudhoyono juga dinilai terlalu tergantung dengan koalisi partai politik dan terkesan kurang berani mengambil sikap dengan cepat dan tegas.
"Seharusnya Presiden Yudhoyono lebih berani karena dipilih langsung oleh rakyat," katanya.
Sementara itu, Presiden LSM Perjuangan Hukum dan Politik (PHP) HMK Aldian Pinem menyatakan, besarnya informasi tentang kekurangan pemerintah itu merupakan gambaran perasaan rakyat.
Sebenarnya, rakyat mempunyai harapan yang sangat besar terhadap keberadaan pemerintah dibawah kepemimpinan Presiden Yudhoyono yang dipilih secara langsung melalui proses yang sangat demokratis.
Ketika harapan itu tidak terwujud, apalagi dalam enam tahun kepemimpinan Presiden Yudhoyono, sangat wajar jika muncul berbagai tanggapan yang berisi kritikan terhadap pemerintah.
Meski demikian, pemerintah harus memaknai secara positif dari kondisi itu karena dapat dianggap sebagai bentuk kepedulian rakyat terhadap proses pemerintahan yang berlangsung.
"Kalau dianggap negatif, negara ini bisa hancur," katanya.
Sebelumnya, ketika berbicara dengan sebuah radio swasta di Jakarta, Rabu (20/10), Presiden Yudhoyono meminta agar informasi yang disampaikan mengenai keberhasilan dan kegagalan program pemerintah disampaikan secara berimbang sehingga tidak membuat bingung masyarakat.
"Kalau dikatakan pemerintah serba gagal, buruk dan mundur, seolah tidak ada yang baik, ini racun. Juga sebaliknya, kalau pemerintah hanya diberitakan semua baik, juga tidak baik," kata Presiden menjawab pertanyaan masyarakat mengenai pemberitaan media massa maupun komentar berbagai pihak yang mengkritik pemerintah.
Presiden menyatakan, pihaknya akan menerima kritik apapun sepanjang pemberitaan pers maupun semua pihak dilakukan secara berimbang dan memberikan pengaruh pada upaya perbaikan terhadap hasil yang belum dicapai.

Selasa, 19 Oktober 2010

Perbandingan Nasib Antara SBY dengan Obama

Perbandingan Nasib Antara SBY dengan Obama
1 dari 2 Kompasianer menilai Bermanfaat.
Presiden Obama dan Presiden SBY (vibizdaily.com)
Presiden Obama dan Presiden SBY (vibizdaily.com)
Sungguh menarik untuk membandingan nasib Presiden SBY dengan Presiden Obama yang sama-sama mengusung Partai Demokrat. Dan lebih menarik lagi jika  ternyata nasib keduanya beda jauh. Yang berakibat jauh pula pada prilaku, kebijakan, dan efektifitas mereka berdua selama memangku jabatan Presiden. Ini baru saya sadari setelah lewat hari ulang tahun Partai Demokrat pimpinan SBY baru-baru ini.
Mari sama-sama perhatikan 9 perbedaan penting di bawah ini untuk sekedar menginventarisir:
1) SBY mewarisi Indonesia sebagai negara “super problem” dengan krisis multidimensional. Akibatnya SBY memikul beban berat untuk memberesi banyak problem agar RI tumbuh menjadi negara bermartabat. Sedangkan Obama sibuk melanggengkan posisi Amerika sebagai satu satunya negara “super power”.
2) SBY memimpin bangsa yang baru belajar demokrasi dimana sektor ekonomi dikuasai relasi  tionghua-nasrani. Obama memimpin rakyat yang telah matang demokrasi dimana sektor ekonomi dikuasai relasi eropa-yahudi-nasrani.
3) SBY menghadapi penyakit akut bangsa berupa korupsi, mafia hukum, separatisme, dan terorisme. Obama hanya menghadapi pertarungan kepentingan antara kaum industriawan versus kaum buruh.
4) SBY wajib mengemis dukungan dari DPR agar kebijakannya terlaksana. Obama cukup melempar kebijakan populer karena bermodalkan wakil wakil Democrat Party yang dominan.
5) SBY meraih jabatan dengan semangat pedagang melalui iklan Indomie “ESBEYEEE…SELERAKU”. Obama dengan semangat perubahan nasib melalui “CHANGE WE CAN” dan “YES, WE CAN”.
6) SBY berasal dari kelompok penduduk mayoritas berlatarbelakang jendral militer, tapi kurang percaya diri. Obama dari minoritas dan sipil, tapi selalu percaya diri untuk mengubah nasib bangsa dan dunia.
7) SBY cenderung menengok ke belakang -  mengadopsi gaya Soeharto-Orde Baru. Obama tampil anyar dan emoh berada di bawah bayang bayang pendahulunya George W Bush.
8) SBY sukses  membangun keluarganya merintis dinasti politik-ekonomi. Obama sukses lolos dari jebakan maut krisis ekonomi akibat perang Irak dan Afganistan di masa George W Bush.
9) SBY mahir bernyanyi, menciptakan lagu, dan hobby rekaman. Obama mahir berpidato mengusung perdamaian dunia, dan tidak punya bakat buang buang waktu mikirin lagu, apalagi mojok melulu di studio rekaman.
Begitulah pengamatan saya sebagai penggemar berita politik. Semoga kita memaklumi nasib mereka berdua dengan memperhatikan 9 perbedaan tsb di atas. Apapun yang mereka lakukan tak lepas dari kondisi tsb yang berakibat langsung pada kinerja mereka berdua. Anda bisa tambahkan dan koreksi jenis-jenis perbedaan tsb di atas, monggo…
Jika diringkas maka Presiden Obama  dalam posisi cukup beruntung untuk meraih kisah sukses. Sedangkan dewi fortuna  tampaknya ragu-ragu untuk mengantar kisah sukses Presiden SBY.
***
Salam Ngluyum,
Ragile 19-okt-2010

Sistem Demokrasi, Harus Ada yang Dibunuh ?

Sistem Demokrasi, Harus Ada yang Dibunuh ?

Demokrasi tidak cocok diterapkan di Malaysia, partai oposisi cuma omong dimulut saja akan membentuk sistem  demokrasi, setelah mereka berkuasa nanti, hal yang sama juga akan diterapkan di Malaysia, Demikian penjelasan Dr Mahathir Mohamad pada koran UTUSAN Malaysia.

Globalisasi juga sebenarnya tidak akan pernah wujud sekiranya diskriminasi dan sekatan selektif (pilih kasih) masih dikenakan terhadap sebagian negara saja, kata Mantan Perdana Menteri Tun Dr. Mahathir Mohamad.
Beliau berkata tentang demokrasi di Malaysia.  Sekiranya interpretasi  mengenai dunia tanpa batas dan globalisasi adalah merujuk kepada pergerakan bebas modal, teknologi dan keupayaan untuk mengeksploitasi sumber; maka negara-negara miskin juga seharusnya dibenarkan melakukan investasi di negara-negara kaya.  Tetapi yang terjadi sekarang justru Amerika mengeksploitasi negara miskin untuk menambah kaya negaranya sendiri.

“Keadaan sekarang nampak berat sebelah kerana interpretasinya hanya merujuk kepada satu pihak. Kita diberikan ide, mereka (maksudnya Amerika Serikat) menginterpretasinya sesuai nafsu mereka sendiri dan kita terpaksa ataupun dipaksa melaksanakannya sesuai kehendak Amerika.  Begitu juga keadaannya dengan politik dunia. Seseorang mengemukakan  suatu ide, memperkenalkannya, dan kita diharuskan untuk menerimanya tanpa boleh membantah,” katanya.  Itukah yang namanya demokrasi ?

Beliau berkata demikian dalam ucapan sebagai keynote speaker di Forum Antarabangsa mengenai
“Pembentukan Warga Global: Liberalisasi Media dan Realiti Baru Politik” yang diadakan dalam rangka Perhimpunan Agung UMNO 2010.

“Kita perlu memberitahu diri sendiri, apabila timbul satu ide dan konsep baru, mari kita duduk dan berbincang mengenai interpretasi keseluruhan ide itu, supaya ia memberi manfaat kepada setiap negara,” katanya.  Jangan hanya bermanfaat kepada Amerika saja…

“Kita perlu memiliki hak yang sama untuk berbincang mengenai ide2 baru itu.Ilustrasi/Admin (shutterstock)
Setiap orang seharusnya dibenarkan memiliki interpretasi sendiri tentang ide2 baru tersebut,” katanya.
Merujuk kepada demokrasi, Dr. Mahathir berkata banyak hipokrasi merupakan aspek yang dicetuskan oleh realitas politik baru dalam perkara ini.

“Hari ini ada pihak yang sanggup membunuh orang demi demokrasi, itulah yang berlaku di Iraq, untuk menjadi lebih demokratik, anda terpaksa membunuh orang terlebih dahulu. Ia adalah pemahaman mengenai betapa hebatnya demokrasi sehingga anda perlu membunuh orang bagi memaksa demokrasi ke atas mereka.  Seperti diketahui, banyak anak2 dan wanita di Iraq dibunuhi tentara Amerika Serikat pada saat perang Iraq - Amerika.

“Tapi demokrasi bukan agama, ia bukan datangnya dari Tuhan. Ia datang dari ahli falsafah yang sentiasa memikirkan bagaimana untuk menjadikan keadaan lebih baik. Namun begitu ia biasanya baik buat mereka saja, bukan untuk setiap orang,” tambahnya.  Maksudnya adalah bahwa demokrasi itu hanya cocok untuk Amerika saja, tapi belum tentu sesuai untuk Malaysia.

“Kenapa hanya Iraq yang dijajah Amerika?  Kenapa Cina tidak ?   Saya rasa China lebih  tidak demokratik dibanding Iraq, tapi kenapa tidak berperang dengan China? Itu adalah gambaran ide dan realitas keadaan.  Kebanyakan orang demokratik merasakan mereka yang kuat itu selalunya di pihak yang benar,” katanya.
Beliau berkata  dunia semakin tidak demokratik, di mana sebagian negara mengamalkan demokrasi dalam negara, tapi bukan antara negara.  Amerika hanya mengamalkan demokrasi di Amerika saja, sedang di negara lain (seperti di Iraq) tidak demikian halnya.

Dr. Mahathir berkata inilah realitas hari ini dalam dunia politik, di mana ada persaingan antara kata sepakat Washington, dan kata sepakat Beijing.

“Ada sebuah negara miskin, tapi dengan mengamalkan kata sepakat Beijing dengan betul, ia menjadi negara kedua terkaya dalam dunia dengan AS$2.3 trilion simpanan. Ini membuktikan bahwa negara bukan demokratik juga boleh memberikan kehidupan yang baik kepada rakyatnya,” katanya.

“Tidak ada demokrasi di China, bukan jenis demokrasi sebagaimana yang kita faham, tapi coba tengok kepada kemajuan yang dibawa oleh sistemnya. Walaupun ia kerajaan authoritarian, mereka menukar pemimpin mereka secara aman. Dalam jangka masa panjang, Beijing mungkin menang,” kata Dr. Mahathir.
Katanya sebagian demokrasi tidak dapat dijayakan karena rakyat tidak dapat menetapkan pendirian mereka.
“Kita lihat banyak negara demokratik, di mana pemimpin bertukar setiap dua tahun, tiada kemajuan langsung. Di banyak negara, demokrasi sebenarnya menghalang kemajuan dan menjadikan negara tidak stabil,” tambahnya.

Demokrasi juga gagal di beberapa negara kerana ia tidak dapat menunaikan apa yang dijanjikan.
Katanya itu sebabnya negara perlu berpuas hati dengan kerajaan mayoritas, di mana walaupun kerajaan mayoritas pastinya tidak dapat memuaskan hati minoritas, namun peruntukan khusus buat kaum minoritas tetap disediakan. 

“Jangan fikir dengan menukar kerajaan segalanya akan berubah. Sudah tentu semasa pilihan raya anda buat banyak janji, terutama sekiranya anda tidak menjangka untuk menang. Pembangkang (partai oposisi) sebenarnya akan berbuat perkara yang sama dengan apa yang dilakukan kerajaan sekiranya mereka berkuasa,” tambahnya.

Berani Bermimpi Berani Melangkah

Menciptakan bisnis atau membangun usaha adalah impian dari setiap kita, karena dapat menciptakan bisnis adalah salah satu bentuk kegiatan yang menyenangkan sekaligus dapat membantu sekeliling kita, kenapa saya bilang seperti itu karena dengan menciptakan bisnis kita dapat juga menciptakan lapangan pekerjaan bagi mereka yang membutuhkannya.
Lalu bagaimana menciptakan bisnis ? mungkin hal yang pertama kita miliki adalah mimpi, kenapa saya bilang mimpi karena semua berawal dari mimpi sehingga kita bisa termotivasi untuk mencapai apa yang kita sudah impi – impikan tanpa mimpi kita tidak bisa meraih dan berjalan dengan pasti dan percaya diri. Melalui mimpi kita dapat menciptakan hal – hal yang tidak mungkin menurut dunia.

Jadi mulailah bermimpi dan miliki mimpi yang berbeda dengan yang lain, misalnya Anda bermimpi jadi pengusaha Sewa mobil Jakarta yang memiliki usaha lainnya yang bergerak di bidang tour and travel. Contoh lainnya membangun usaha fotografer yang memiliki rekanan dengan fotografer dunia dan contoh lainnya.
Mimpi semua berawal dari mimpi, namun jika Anda sudah berani bermimpi sebaiknya Anda juga harus berani mengambil langkah yang tepat dan berani untuk mewujudkan mimpi Anda, cth jika Anda sudah bermimpi menjadi pengusaha Sewa mobil Jakarta langkah yang harus Anda ambil adalah mulai menabung untuk modal usaha Anda, carilah orang yang sudah berpengalaman di bidanngnya karena mereka mampu memberikan saran dan ide terbaik untuk Anda dan contoh langkah penting lainnya yang dapat menujang impian menjadi kenyataan.
Jadi jangan takut untuk bermimpi menjadi pengusaha atau menjadi orang yang Anda impi – impikan karena semua berawal dari mimpi dan jangan takut juga untuk mengambil langkah pasti yang dapat mewudujkan impian Anda. Berani Bermimpi Berani Melangkah. erick

Tags: bisnis plan, modal usaha, meraih mimpi, jenis usaha, wirausaha muda, investasi mandiri, pelatihan wirausaha, pengusaha sukses, kiat sukses, bisnis kecil

Berani Sukses? Berani Gagal!

1 dari 1 Kompasianer menilai Inspiratif.
David J Schwartz dalam bukunya The Magic of Thinking menjelaskan bahwa banyak kegagalan manusia karena dihinggapi oleh penyakit pikiran yang mematikan yang bernama penyakit ‘dalih’ (execusitis). Meski tak tampak secara langsung, penyakit ini amat berbahaya bagi kelangsungan perjalanan menuju kesuksesan.
Gejala awal yang dimunculkan adalah adanya berbagai alasan yang dilontarkan setiapkali akan mencoba memulai. Seseorang yang teridap penyakit ini tidak mengevaluasi dan mencari jalan keluar atas kegagalannya tetapi lebih menekankan kepada mencari alasan kenapa bisa gagal. Dengan demikian yang terjadi adalah tidak pernah mencapai kesuksesan karena terlalu sibuk dengan mencari-cari alasan kenapa gagal.


Penyakit dalih yang menimpa orang-orang itu biasanya muncul dalam 4 bentuk yaitu: Dalih Kesehatan, Dalih Intelegensia, Dalih Usia dan Dalih Nasib.

Dalih Kesehatan, biasanya ditandai dengan ucapan-ucapan “kondisi fisik saya yang kurang sempurna” atau “saya tidak enak badan” atau “kalau dipaksakan nanti kesehatan saya malah memburuk, jadi mendingan begini saja”. Masih banyak lagi ungkapan-ungkapan ‘pembenaran’ lainnya yang sebenarnya sudah memvonis dirinya sendiri dengan alasan kesehatan atau kekurang-sempurnaannya secara fisik.

Dalih kedua yang sering digunakan oleh mereka yang tetap gagal adalah Dalih Intelegensia. Dalih ini ditandai dengan ucapan “saya ‘kan tidak pintar” atau “prestasi saya tidak ranking atas” atau “pendidikanku kan cuma tingkat dasar mana mungkin lah” atau “dia lebih pandai dari saya” dan masih banyak lagi yang pada umumnya selalu memvonis dirinya sendiri tidak lebih pandai dari orang lain.

Dalih berikut yang sering digunakan adalah Dalih Usia. Dalih ini ditandai dengan ungkapan “saya ‘kan sudah tua jadi sudah terlambat” atau sebaliknya “saya masih terlalu muda untuk mendapatkan itu” atau “biarkan yang lebih tua aja deh duluan” dan sejenisnya. Pertanyaan yang dapat kita ajukan untuk hal ini adalah ‘Apakah untuk melakukan sesuatu, sukses dan berbuat baik pada dunia hany boleh dilakukan pada umur tertentu ?’
Dalih yang terakhir yang paling sering digunkan adalah Dalih Nasib. Dalih ini ditandai dengan ungkapan “mungkin sudah nasib saya seperti ini” atau “sudahlah saya pasarah saja” atau “ya sudahlah mungkin sudah takdirku” dan masih banyak ungkapan lainnya lagi yang secara tidak langsung menyalahkan Tuhan karena membuat dia menjadi tetap seperti itu. Mereka orang-orang yang gagal senantisa berkata “itu tidak mungkin akan berhasil”atau “percuma, sia-sia saja dilakukan”. Sebaliknya, orang yang sukses dan terus berpresati mecatatkan namanya dalam sejarah kehidupan manusia akan selalu berkata “mengapa tidak mencobanya dulu?”

Itulah diantara kenapa orang-orang yang selalu mencari ‘pembenaran’ atas kegagalan yang mereka lakukan akan tetap gagal dalam pencapaian kesuksesannya karena selalu berpegang pada empat dalih diatas bukannya berusaha mencari solusi dari akibat kegagalan itu. Hendaknya kegagalan-kegagalan tersebut kita jadikan ‘cambuk’ untuk terus maju dan berkreasi mencari hal-hal yang baru, mungkin kita bisa mencontoh mantan presiden AS Abraham Lincoln yang penuh dengan pengalaman kegagalan dalam hidupnya akan tetapi dia bisa tetap survive dan mencapai kesuksesannya bahkan lebih dari apa yang bisa dipikirkan dan diimpikannya. Semoga

Ditulis berdasarkan buku ‘Pelita Hidup: Menggapai Sukses Bermodal Kegagalan’ karangan Rahmadi Susilo
Mau cari Motivasi & Kisah Sukses Inspiratif ? Ini dia: http://chudrizal.blogspot.com/

Tags: gagal, sukses

Pentingnya Keterampilan Hidup Bagi Wanita

Saya pernah membaca kisah seorang wanita pengusaha yang memulai usahanya dari nol. Uniknya si ibu muda ini dulunya pernah mengenyam bangku kuliah sebuah universitas swasta terkenal di Jakarta. Semasa kuliah ia aktif dalam salah satu organisasi di kampusnya. Setelah menikah ia tinggalkan semua aktifitas di luar, karena sang suami yang seorang pengusaha menginginkan ia menjadi seorang ibu rumah tangga sejati yang hanya mengurusi rumah tangga dan anak-anaknya.

Kisah usaha ibu muda ini berawal dari kegagalan usaha sang suami yang berujung pada kebangkrutan. Sang suami saat itu mengalami depresi karena kegagalannya tersebut. Melihat kondisi seperti itu, wanita tegar ini langsung berinisiatif untuk menghidupkan kembali salah satu usaha milik suaminya. Saat itu yang masih mereka punyai hanya beberapa unit mesin jahit bekas usaha konveksi suaminya.

Dengan semangat ia mulai mempelajari teknik membuat pola dan menjahit hingga akhirnya ia bisa membuat sebuah blazer yang kemudian ia jajakan contoh jahitannya itu dari satu toko ke toko lain di sebuah pasar di Jakarta.
Awal usahanya ini memang berat, toko-toko yang ia datangi menolak contoh jahitannya itu. Beberapa hari kemudian akhirnya sebuah toko bersedia menjual blazernya. Dan ternyata kegigihannya membuahkan hasil; blazernya laku keras, orderan pun mengalir deras, hingga akhirnya ia bisa mempekerjakan banyak karyawan, memperbesar usahanya dan tentu saja berhasil menyelamatkan biduk rumah tangganya yang hampir karam.
***

Ada kisah menarik tentang seorang ibu muda yang saat itu berusia 34 tahun asal Wonocolo Surabaya. Ia adalah seorang pengusaha mikro lulusan sekolah menengah atas.  Suatu saat ia menghadiri sekaligus berbicara di Ruang Konferensi II Markas Besar PBB setelah memenangi lomba Micro Credit Award 2005 yang diselenggarakan oleh Kantor Menko Perekonomian. Ia berada di forum internasional yang dihadiri 250 delegasi negara anggota PBB itu untuk menghadiri pencanangan Tahun Kredit Mikro Internasional 2005.
Penuturan ibu muda berputra tiga orang ini tentang usaha kecilnya mengundang decak kagum siapa pun yang hadir saat itu. Ia tidak hanya telah berhasil mengembangkan usaha membuat pakaian, tas, aksesori, dan barang kerajinan dari kain atau percanya yang diawalnya pada tahun 1998 dengan hanya bermodalkan uang 500 ribu rupiah itu dengan secara profesional tapi juga ia telah berhasil membina dan memberdayakan para pekerjanya yang 80 persen adalah tuna daksa.

Atas hadiah yang diterima, ia mengatakan uang itu akan digunakan membangun paviliun guna menampung para tuna daksa dan remaja putus sekolah yang dilatih di rumahnya, karena selama ini para pekerjanya tidur di setiap celah yang ada di rumahnya.

***
Seperti kata Ibu Dewi Sartika, salah satu Pahlawan Emansipasi Wanita Indonesia, bahwa wanita harus mempunyai pengetahuan untuk hidup. Perkataannya itu keluar sebagai kesadarannya yang timbul setelah bapaknya yang seorang patih di Bandung meninggal dunia, dan kekayaan keluarganya disita oleh pemerintah Belanda. Saat itu usianya masih belasan tahun, tapi Dewi sartika dan ibunya harus berjuang untuk hidup.
Ya, wanita memang harus mempunyai pengetahuan untuk hidup. Ada kalanya kehidupan datang tidak seperti yang kita inginkan. Seperti kejadian ibu muda di atas yang tiba-tiba harus berjuang menyelamatkan rumah tangganya. Beruntung si ibu ini pernah mengenyam pengalaman berorganisasi sehingga pada dirinya sudah tertanam keterampilan interpersonal yang baik juga semangat untuk berjuang dan belajar. Bagaimana halnya jika hal ini terjadi pada wanita yang selama hidupnya serba lancar-lancar saja, maksudnya belum pernah mengalami terpaan hidup? Bisa jadi ia pun bisa menjadi penyelamat biduk rumah tangganya, tapi bukankah sesuatu yang datangnya tiba-tiba akan memberikan goncangan jiwa yang tidak bisa dianggap enteng?

Banyak para suami, karena terlalu sayang pada istri, tidak mengizinkan para istri untuk bekerja. Hal ini memang bisa dipahami karena suamilah yang bertugas mencukupi kehidupan keluarga. Tapi alangkah baiknya jika para suami pun memberikan keterampilan hidup bagi para istrinya atau memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengembangkan potensi yang ada pada dirinya sehingga istrinya bisa memiliki peranan tidak hanya dalam rumah tangganya saja tapi juga peranan dalam membina lingkungan masyarakatnya seperti halnya ibu muda pengusaha mikro yang saya ceritakan di atas.

Ada juga wanita yang setelah anak-anaknya tumbuh dewasa, baru bisa membantu finansial keluarga ataupun turut aktif dalam mewujudkan keshalehan sosial di lingkungannya. Selama masa-masa membesarkan anak-anaknya, dia tidak pernah berhenti belajar sehingga ketika saatnya tiba dia bisa berperan lebih.
Memang sulit bagi wanita zaman sekarang untuk berperan ganda. Di zaman yang penuh tantangan ini tidaklah mudah mendidik anak sementara dia juga harus aktif di luar rumah, seperti bekerja ataupun aktif dalam kegiatan masyarakat. Jangan-jangan sukses di luar tapi anak-anaknya mengalami degradasi moral akibat kurangnya perhatian orang tua yang sibuk bekerja. Hal ini dikembalikan kepada istri dan sang suami karena ternyata tidak sedikit keluarga yang istrinya bekerja tapi bisa mengantarkan anak-anaknya menjadi pribadi yang mandiri dan berakhlak baik.

Ada baiknya kita renungkan kembali perkataan Ibu Kita Dewi Sartika juga pengalaman sebagian wanita ”petarung” di atas tentang pentingnya wanita memiliki keterampilan hidup sejak dini, agar di saat yang tepat mereka mampu berperan lebih dan tampil mandiri tanpa harus merepotkan orang-orang di sekitarnya.